Jakarta

Pendakian Semeru Dihentikan Tanpa Batas Waktu, Ada Opsi Refund tapi Tak Bisa Langsung

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 Agustus 2026, 17:15 WIB
Pendakian Semeru Dihentikan Tanpa Batas Waktu, Ada Opsi Refund tapi Tak Bisa Langsung
Kebakaran bikin Semeru ditutup.

AKURAT JAKARTA - Rencana mendaki Gunung Semeru harus ditunda setelah kebakaran hutan terjadi di Blok Ranu Kembang, Rabu (26/8/2026).

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memutuskan menutup total jalur pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan tersebut tidak hanya berdampak pada pendaki yang telah merencanakan perjalanan.

Mereka yang sudah membeli tiket melalui sistem booking online juga harus menunggu informasi lebih lanjut apabila ingin mendapatkan pengembalian biaya atau menjadwalkan ulang pendakian.

Di tengah situasi tersebut, ada satu hal yang perlu dipahami: penutupan jalur pendakian bukan berarti seluruh kawasan TNBTS berhenti beraktivitas.

Bagi calon pendaki yang telah mengantongi tiket masuk Gunung Semeru, kebakaran membuat rencana perjalanan mereka harus ditunda.

Pengelola menyediakan pilihan refund maupun reschedule.

Namun, kedua opsi tersebut belum dapat langsung dilakukan saat penutupan diberlakukan.

Pengajuan refund dan penjadwalan ulang baru bisa dilakukan setelah kegiatan pendakian Gunung Semeru kembali dibuka.

Sementara mekanisme serta ketentuan lebih lanjut akan diumumkan oleh pengelola.

Baca Juga: Magang Nasional Batch 2 2026 Segera Dibuka, Jangan Sampai Gagal Hanya karena Berkas

Artinya, pendaki yang sudah melakukan booking perlu menyimpan bukti pemesanan dan menunggu informasi resmi berikutnya.

Mereka tidak perlu terburu-buru melakukan pengajuan karena proses tersebut baru tersedia setelah jalur pendakian dinyatakan kembali dibuka.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penutupan diberlakukan sejak pengumuman diterbitkan.

“Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup secara total, terhitung sejak pengumuman ini diterbitkan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” kata Rudijanta dalam pengumuman resmi, dikutip Kamis, (27/8/2026).

Penutupan Gunung Semeru mungkin membuat sebagian orang mengira aktivitas di kawasan TNBTS ikut berhenti seluruhnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.