Jakarta

Bukan Sekadar Kolaborasi, Wayang Pokemon Jadi Cara Baru Kenalkan Budaya ke Anak Muda

Anggerhana Denni Rahmawati | 18 September 2026, 16:15 WIB
Bukan Sekadar Kolaborasi, Wayang Pokemon Jadi Cara Baru Kenalkan Budaya ke Anak Muda
Wayang Pokemon segera tampil di Jakarta, upaya bikin budaya tradisional tak terasa kuno.

AKURAT JAKARTA - Wayang selama ini identik dengan kesenian tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, kolaborasi Poke Wayang mencoba membawa kesenian tersebut ke ruang yang lebih dekat dengan keseharian anak muda, yakni melalui karakter Pokemon.

Proyek ini mempertemukan wayang dengan salah satu intellectual property (IP) populer dari Jepang.

Karakter-karakter Pokemon akan hadir dalam bentuk wayang melalui proses perancangan dan produksi yang melibatkan kreator lokal serta pemilik IP Pokémon.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekraf, Irene Umar, mengatakan pertemuan Pokemon dan wayang memiliki potensi untuk membuat budaya tradisional terasa lebih relevan bagi generasi muda.

"Pokemon merupakan IP internasional yang mempunyai pengaruh besar di dunia, sedangkan wayang adalah identitas nasional serta budaya yang mencerminkan nilai luhur dan kepribadian bangsa. Dengan adanya Poke Wayang, semoga anak-anak muda kita merasakan relevansi tersebut dan cinta kembali kepada wayang,” jelas Irene melalui keterangan resmi.

Bagi Irene, kolaborasi tersebut bukan hanya soal menghadirkan karakter Pokemon ke dalam bentuk wayang.

Ada upaya untuk menciptakan media baru yang dapat memperkenalkan budaya Indonesia melalui sesuatu yang sudah dikenal luas oleh masyarakat global.

Pendekatan ini membuat wayang tidak hanya ditempatkan sebagai peninggalan budaya masa lalu.

Wayang justru dipertemukan dengan karakter populer untuk menciptakan bentuk hiburan yang lebih mudah diterima generasi muda.

Baca Juga: Fans Pokemon Bisa Tidur di Poke Ball, tapi Hanya 10 Pasangan yang Bisa Merasakannya

Wayang mendapat pintu masuk dari budaya pop

Kasus Poke Wayang memperlihatkan bagaimana budaya tradisional dapat diperkenalkan melalui medium yang sudah lebih dulu memiliki kedekatan dengan anak muda.

Strategi serupa sebelumnya terlihat dalam kolaborasi Pokemon dengan Garuda Indonesia.

Pikachu ditampilkan menggunakan batik dan hadir dalam livery pesawat.

Kolaborasi tersebut juga melibatkan penyanyi dangdut Happy Asmara melalui Goyang HEPIKA.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.