Bukan Cuma Melihat Kain, 4 Museum Ini Bisa Jadi Cara Menelusuri Sejarah Batik Indonesia

AKURAT JAKARTA - Setiap 2 Oktober, Hari Batik Nasional menjadi pengingat bahwa batik bukan sekadar kain dengan motif yang indah.
Di balik setiap coraknya terdapat teknik, filosofi, sejarah, dan pengaruh budaya yang berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Salah satu cara untuk mengenal perjalanan tersebut adalah mengunjungi museum batik.
Menariknya, setiap museum memiliki cerita yang berbeda, mulai dari upaya menyelamatkan tradisi membatik hingga koleksi kain yang merekam pertemuan berbagai budaya.
1. Museum Batik Yogyakarta
Museum Batik Yogyakarta lahir dari kegelisahan terhadap perubahan seni batik pada 1960-an.
Hadi Nugroho dan istrinya, Dewi Sukaningsih, melihat perkembangan teknik printing dalam industri tekstil mulai mengurangi sejumlah kaidah dalam seni membatik.
Museum ini kemudian diresmikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada 1979.
Selain menyimpan koleksi, Museum Batik Yogyakarta juga memiliki klinik perawatan dan konservasi batik.
Koleksinya berasal dari berbagai daerah dan tradisi, seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Pekalongan, Cirebon, Lasem, Madura, Klaten, Kebumen, Kulon Progo, hingga Imogiri.
Baca Juga: Sebelum Jadi Sekolah Negeri, 6 Sekolah Ini Punya Jejak Panjang Sejak Zaman Kolonial
Artinya, kunjungan ke museum ini bukan hanya melihat kain, tetapi juga mengikuti perjalanan beragam motif dan teknik batik dari berbagai wilayah.
2. Museum Batik Indonesia, Jakarta
Jika Museum Batik Yogyakarta berangkat dari kegelisahan terhadap perubahan tradisi, Museum Batik Indonesia memiliki latar yang berkaitan dengan pengakuan batik di tingkat dunia.
Museum yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, didirikan setelah Batik Indonesia masuk dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO pada 2 Oktober 2009.
Museum ini menyimpan lebih dari 800 koleksi batik dari berbagai masa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Irlandia vs Austria di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Kemenangan
- 2Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di UNL, 30 September 2026: Mampukah The Tartan Army Hentikan Nati?
- 3Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di UNL, 30 September 2026: Memburu Kemenangan Pertama di Ljubljana
- 4Prediksi Skor Luksemburg vs Islandia di UNL, 30 September 2026: Red Lions Ingin Pertahankan Momentum
- 5Prediksi Skor Wales vs Norwegia di UNL, 2 Oktober 2026: Mampukah The Dragons Bangkit di Cardiff?
- 6Prediksi Skor Slovakia vs Kazakhstan di UNL, 30 September 2026: Bisakah The Falcons Hentikan Dominasi Lawan?
- 7Prediksi Skor Komoro vs Namibia di Kualifikasi Piala Afrika 2027, 29 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kuat di Moroni
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Estonia di UNL, 30 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Kandang?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







