Jakarta

Sebelum Jadi Sekolah Negeri, 6 Sekolah Ini Punya Jejak Panjang Sejak Zaman Kolonial

Anggerhana Denni Rahmawati | 2 Oktober 2026, 11:45 WIB
Sebelum Jadi Sekolah Negeri, 6 Sekolah Ini Punya Jejak Panjang Sejak Zaman Kolonial
Jejak sekolah zaman Belanda yang masih bertahan. - sma.santaursulajakarta.sch.id

AKURAT JAKARTA - Gedung sekolah yang setiap hari dipenuhi aktivitas belajar ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih panjang daripada usia para siswa yang menempatinya.

Sejumlah sekolah di Indonesia bahkan telah berdiri atau memiliki akar sejarah sejak masa Hindia Belanda.

Menariknya, perjalanan sekolah-sekolah tersebut tidak berhenti ketika Indonesia merdeka.

Sebagian bangunan tetap digunakan sebagai sekolah, meski nama, pengelola, hingga fungsi pendidikannya mengalami perubahan mengikuti zaman.

Salah satunya adalah Santa Ursula Jakarta.

Jejak pendidikannya berawal dari kegiatan para suster Ursulin untuk anak-anak perempuan di Weltevreden, Batavia, pada 18 Januari 1859.

Perkembangannya kemudian melahirkan HBS Princess Juliana pada 1906, SMA Santa Ursula pada 1931/1932, dan SMP Santa Ursula pada 1947.

Sementara itu, SMAN 1 Semarang memiliki kaitan dengan Hoogere Burgerschool (HBS) yang telah berdiri sejak 1877.

Gedung yang digunakan sekarang dibangun pada 1936-1938 dan diresmikan pada 1939.

Pada masa pendudukan Jepang, bangunan tersebut sempat digunakan untuk kepentingan militer sebelum kembali menjadi sekolah.

Baca Juga: Lolos Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026 Belum Tentu Aman, Ini Tahap Berikutnya

Cerita berbeda terlihat pada SDN Merdeka Bandung.

Gedung sekolah di Jalan Merdeka dibangun pemerintah Hindia Belanda pada 1884.

Pada masa itu, bangunan digunakan anak-anak keturunan Belanda pada pagi hari, sementara anak-anak pribumi dari kalangan priyayi menggunakannya pada sore hari.

Ada pula SMPN 1 Jakarta yang berakar dari Eerste School di kawasan Cikini.

Gedung tersebut selesai dibangun pada 1907 untuk pendidikan anak-anak pribumi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.