Jakarta

Rahasia Kekebalan Si Pitung Legenda Betawi yang Tidak Mempan Ditembak, Akhirnya Roboh Juga, Ini Kisah Penjajahan Kompeni

Yusuf Doank | 21 Juni 2024, 15:04 WIB
Rahasia Kekebalan Si Pitung Legenda Betawi yang Tidak Mempan Ditembak, Akhirnya Roboh Juga, Ini Kisah Penjajahan Kompeni

AKURAT JAKARTA - Rahasia kekebalan tubuh Si Pitung pegenda Betawi yang selama ini membuatnya tetap hidup sudah diketahui pihak kompeni.

Si Pitung, pahlawan rakyat kecil itu akhurnya meninggal dunia setelah dilempari benda ini dan ditembak berkali-kali. 

Si Pitung dikenal sebagai legenda dan cerita rakyat dari Betawi. Dia dikenal memiliki kesaktian. Namun punya juga kelemahannya.

Baca Juga: Si Pitung Legenda Betawi yang Memiliki Kesaktian Ini, Merampok Rumah Tauke dan Tuan Tanah Kaya untuk Rakyat

Sosok Si Pitung yang perkasa dikenal sakti membasmi kejahatan dan melawan penjajahan pada masa kompeni.

Si Pitung merupakan pemuda yang baik tekun beribadah dan berbudi pekerti luhur berasal dari Rawa Belong.

Selain belajar mengaji Si Pitung juga belajar silat kepada Haji Naipin. Setelah tumbuh jadi pemuda dewasa memiliki ilmu agama dan pencak silat. 

Baca Juga: Bang Zaki Ungkap Biang Kerok Krisis Air Bersih di Pesisir Jakarta, Ini Solusi yang Ditawarkan

Pada saat yang sama, penjajah Belanda sedang giat-giatnya mengeruk kekayaan Nusantara termasuk di Batavia.

Bukan hanya itu, tenaga rakyat juga diperas dengan kekejaman kerja paksa. Banyak korban berjatuhan.

Sebagian lagi rakyat hidup dalam penderitaan dan kelaparan. Menyaksikan itu, Si Pitung tergugah untuk melakukan sesuatu.

Baca Juga: TAMBAH SERU! Jadwal Konser Jakarta Fair 2024, Malam Ini Tampil The Upstairs, The Sigit dan The Adams

Keberpihakan pada rakyat sendiri yang ditindas dan sengsara, mengubah takdir Si Pitung. 

Bersama Rais dan Jii, si Pitung merampok rumah Tauke dan Tuan Tanah Kaya. Hasil rampokannya kemudian dibagi-bagikan pada rakyat miskin.

Tapi lama kelamaan, kegiatan si Pitung meresahkan Kumpeni yang melakukan berbagai cara untuk menangkap si Pitung.

Mula-mula, dibujuknya orang-orang untuk memberi keterangan dengan iming-iming hadiah yang cukup besar.

Kalau usahanya gagal, tidak segan-segan kumpeni memaksanya dengan kekerasan. Akhirnya, kumpeni berhasil mendapat informasi tentang keluarga si Pitung.

Kelebihan Si Pitung merupakan kelemahannya juga. Keluarga sebagai sumber motivasi si Pitung justru menjadi titik lemahnya. 

Kumpeni segera menyandera kedua orang tuanya dan Haji Naipin. Dengan siksaan yang berat, akhirnya terungkaplah keberadaan si Pitung dan rahasia kekebalan tubuhnya. 

Ilmu silatnya yang tinggi dan tubuhnya yang kebal peluru, mempermudah setiap aksi perampokan tersebut.

Sudah banyak rumah tauke clan tuan tanah yang dirampoknya, tetapi ia tidak juga berhasil ditangkap. 

Apalagi, orang-orang tidak menceritakan keberadaan Si Pitung yang banyak berjasa pada rakyat. 

Suatu hari, Si Pitung dan teman-temannya berhasil ditemukan saat berusaha melakukan perlawanan. Namun, hari itu memang hari naas baginya. 

Rahasia kekebalan tubuhnya yang selama ini membuatnya tetap hidup sudah diketahui pihak kumpeni.

Si Pitung, pahlawan rakyat kecil itu dilempari telur-telur busuk dan ditembak berkali-kali. 

Akhirnya, ia pun menghembuskan nafas terakhir sebagai pembela rakyat jelata.

Disclaimer: cerita rakyat ini diambil dari berbagai sumber, bisa jadi ada perbedaan dari ceritanya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.