Jakarta

Kisah 3 Preman Paling Ditakuti di Tanjung Priok Bertemu Manusia Misterius hingga Taubat

Ainun Kusumaningrum | 26 Juni 2024, 15:49 WIB
Kisah 3 Preman Paling Ditakuti di Tanjung Priok Bertemu Manusia Misterius hingga Taubat

AKURAT JAKARTA - Kisah 3 preman yang paling fitakuti di Tanjung Priok Jakarta Utara bertemu seorang manusia misterius hingga akhirny mereka taubat.

Dilansir dari akun Facebook Cerita Islam dulu di Tanjung Priok pada 1996 ada 3 preman yang kerjanya memalak kendaraan truk kontener pelabuhan.

Hasil uang pajak digunakan untuk mabuk, judi dan main perempuan.

Baca Juga: Harga Tiket Konser Bruno Mars Jakarta Rp950 Ribu hingga Rp7,65 Juta, Besok Bisa Mulai Dijual

Suatu hari datang seorang pria yang gagah dan memperkenalkan diri bernama Gus Miek.

Gus Miek berbicara banyak hal mulai dari masalah politik, ekonomi hingga masalah agama.

Begitu lembut dan inteleknya pria itu berbicara. Hingga akhirnya, ketiga preman ini rertarik dan mulai suka mengikutinya.

Baca Juga: Resep Mie Goreng Jawa Enak Banget, Cocok Buat Makan Bareng Keluarga

Apalagi pria itu orangnya asyik diajak gaul ala preman dan suka traktir makan, minum dan rokok

"Mau makan? Ayo bareng saya," kata Gus Miek.

"Ya pasti ditraktir ya, siap selalu," kata salah satu dari mereka.

Baca Juga: JANHAN LUPA! Jadwal Konser Jakarta Fair 2024, Malam Ini Tampil The Rain dan Pamungkas, Catat Infonya di Sini

Hingga akhirnya masuk waktu salat Duhur, lantas Gus Miek mengajak ketiga preman itu untuk ikut sholat berjamaah.

Pada awalnya mereka menolak tapi Gus Miek merayunya dengan iming-iming. Barang siapa yang mau sholat dengannya maka akan dikasih uang Rp50.000.

"Yu sholat bareng saya, saya kasih 50.000 ribu ya, mau kan?," kata Gus Miek.

"Wah ini cocok banget," kata preman.

Saat itu uang Rp50.000 bukan sedikit. Sangat cukup untuk kebutuhan sehari dengan mewah.

Walaupun dengan penuh keterpaksaan, tapi tiga preman itu sangat senang sholat bersama Gus Miek. Tentu saja niatnya ya demi uang Rp50.000 yang Gus Miek tawarkan itu.

Begitulah setiap waktu sholat pasti mereka sholat berjamaah bersama teman barunya Gus Miek. Kejadian tersebut berlangsung hingga tiga bulan lamanya.

Hingga pada akhirnya ada kesadaran tersendiri bagi tiga preman itu untuk sholat. Apalagi Gus Miek juga mengajarkan masalah agama yang selama ini belum pernah mereka dengar.

Saat memasuki bulan keempat, Gus Miek sudah tidak menemui tiga preman tersebut. Tenntu saja ketiganya kalang kabut karena sudah terbiasa sholat berjamaah bersama Gus Miek.

Mereka merasakan rindu luar biasa atas sosok pria misterius yang selama ini selalu mengajak mereka kepada kebaikan dan mengajarkan masalah agama.

Karena melihat tingkat dengan pola ketiga preman yang tak lazim itu ada seorang Ustad yang kemudian menghampiri mereka

"Ada apa ya, sepertinya kalian merasa bingung," kata ustad itu.

"Iya Ustad, kami punya teman yang selalu mengajarkan kami aholat berjamaah," kata mereka.

Mereka pun bercerita tentang perjumpaan dengan seorang pria misterius yang membuatnya mulai mendalami masalah agama.

"Siapa dia orang yang baik itu?," tanya ustad.

"Namanya Gus Miek deh," jawab si preman.

Ustad itu merasa terkaget-kaget dengan nama Gus Miek. Gus Miek yang masyhur kewaliannya itu telah wafat tiga tahun sebelumnya yakni tahun 1993.

Ustad itu kemudian menceritakan yang sebenarnya. Tiga preman itu tak kuasa menahan tangis yang luar biasa.

"Subhanallah betapa mulianya beliau. Sudah wafat masih menebarkan kebaikan. Semoga kita semua mendapat barokahnya," kata ustad.

Demikian kisah Gus Miek. Walau telah wafat, tapi tetap mengajarkan kebaikan kepada tiga preman, sehingga mereka bertaubat. Waallahua'lam bisshawab.

Gus Miek atau wafat pada 14 Dzulhijjah 1413 H adalah pendiri amalan dzikir Jama'ah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin, dan sema'an al-Qur'an Jantiko Mantab.

Gus Miek adalah putra dari K.H. Ahmad Djazuli Utsman, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur.

Gus Miek sosok ulama karismatik yang dipercaya masyarakat memiliki kesaktian Karomah sebagai Wali Allah.(*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.