Jakarta

Siswa SMAN 2 Tangsel Ciptakan Robot Pemadam Kebakaran Lahan Gambut, Dilirik Kementerian Lingkungan Hidup

Ainun Kusumaningrum | 6 September 2024, 07:22 WIB
Siswa SMAN 2 Tangsel Ciptakan Robot Pemadam Kebakaran Lahan Gambut, Dilirik Kementerian Lingkungan Hidup

AKURAT JAKARTA - Siswa kelas XI SMAN 2 Tangerang Selatan Imran menciptakan robot pendeteksi awal dan pemadaman awal kebakaran lahan gambut.

Karyanya tersebut dilirik Kementerian Lingkungan Hidup karena robot buatannya kebetulan ada hubungannya dengan kebakaran hutan dan lahan.

Imran mengakui, sudah merancang robot atau alat untuk pendeteksi awal dan pemadaman awal kebakaran buatan lahan gambut.

Baca Juga: KEREN! SMAN 2 Tangsel Punya 34 Ekskul, Berprestasi sampai Tingkat Internasional

Robot ini inovasi sistem kontrol deteksi dini dan pemadaman awal kebakaran bawah tanah lahan gambut berbasis Artivicial Intelligence dan trasmisi teknologi LoRa.

Alat ini menggunakan sensor panas untuk mendeteksi perubahan suhu di bawah tanah yang dapat dipantau melalui aplikasi secara real time yang diupdate setiap 20 detik.

Sensor panas yang mendeteksi kenaikan suhu secara signifikan dapat mengirimkan sinyal sehingga pompa air dapat langsung mengalirkan air pada 8 titik saluran airnya.

Baca Juga: Sertijab Pengurus Komite SMAN 86 Jakarta, Tingkatkan Kolaborasi untuk Prestasi Lebih Baik

"Sebenarnya proyek ini sudah dikerjakan tiga tahun lalu dan sampai saat ini masih diteruskan dan dikembangkan," katanya, Kamis (5/7).

Dari tiga tahun lalu. saat masih SMP, Imran terus mengembangkan alat ciptannya. Inovasi ini akan terus dikembangkan sehingga dapat diterapkan di lapangan.

Alat yang saat ini masih dalam bentuk prototype telah diuji di lapangan yaitu pada lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan tingkat keberhasilan 90 - 100%.

Baca Juga: KEREN! Pelajar SMAN 13 Jakarta Raih Rekor MURI Usai Buat 1.000 Lilin Aroma Terapi Olahan Minyak Jelantah

"Jadi alat ini gunanya untuk mendeteksi kebakaran dan pemadaman awal di kebakaran bawah tanah lahan gembut," katanya.

Dia mengakui banyak dukungan datang, untuk bisa menciptakan alat atau robot pemadam lahan gambut.

Pihak sekolah memberikan dispensasi waktu, seperti diperbolehkan keluar sekolah untuk mengurusi lomba-lomba, alat, uji coba, hingga nilai yang dijamin.

"Saya didukung mulai dari presentasi, pembuatan alat, dan juga lain-lainnya," katanya.

Menurut dia, butuh pendanaan luar biasa untuk robot itu. Selain proyek lama juga, di mana pendanaan dilakukan pribadi.

Robot ini baru diikutsertakan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia pada September mendatang. Meski dulu pernah dilombakan di tahap SMP. Tapi waktu itu masih finalis nasional.

"Sekarang saya lombakan lagi karena diperbolehkan untuk jenjang SMA," ujarnya.

Olimpiade Penelitian tingkat nasional nantinya digelar offline dan akan melakukan presentasi dan diberikan pertanyaan dari juri secara langsung

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau biasa disingkat OPSI adalah ajang kompetisi penelitian ilmiah tahunan bagi siswa SMP dan SMA sederajat, baik berupa karya tulis maupun temuan.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Di SMAN 2 Tangsel, Imran memilih ekskul karya ilmiah di robotika, Imran mengatakan, saat ini sedang mempersiapkan sejumlah tahapan untuk mengikuti lomba olimpiade penelitian siswa Indonesia.

"Alhamdulillah sudah banyak dukungan, dari orang tua, dari kementerian lingkungan hidup dan juga dari sekolah memberikan fasilitas yang luar biasa," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.