Digunakan Sebagai Obat Sejak 7.000 Tahun Silam, Ternyata Bawang Putih Memiliki Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Berikut 8 di Antaranya!

AKURAT JAKARTA - Hampir semua orang pasti tahu bawang putih. Bahasa Inggrisnya disebut Garlic. Namun Sebagian besar tahunya bawang putih adalah bumbu dapur.
Hanya sedikit yang tahu bahwa bawang putih adalah obat untuk sejumlah penyakit.
Bahkan, sejarah penggunaan bawang putih sebagai obat sudah dikenal oleh manusia sejak 7.000 tahun silam. Terutama di Asia Tengah.
Bawang putih juga sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa.
Aromanya yang khas dapat memberikan cita rasa yang kuat pada makanan. Maka dari itu, hampir semua masakan sayur dan lauk-pauk menggunakan bawang putih.
Nah, Bawang Putih mengandung kalori, karbohidrat, protein, serat, mangan, vitamin, kalsium, selenium, antioksidan seperti flavonoid, oligosakarida, dan asam amino.
Itulah sebabnya bawang putih juga berkhasiat untuk kesehatan. Berikut delapan di antara manfaat bawang putih untuk kesehatan:
1. Mengatasi jerawat
Dengan allicin, vitamin, dan mineral yang dikandung bawang putih ini, dapat membunuh kuman penyebab jerawat.
Selain mencegah, allicin juga meringankan pembengkakan dan peradangan kulit sekaligus meningkatkan sirkulasi darah.
Dengan begitu, kulit akan terlihat lebih cerah. Bawang putih juga mengandung banyak vitamin C, vitamin B6, zinc, tembaga, dan selenium yang dapat mengendalikan produksi minyak berlebih.
2. Menurunkan kadar kolesterol
Mengonsumsi bawang putih setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, bawang putih mentah dapat meningkatkan kadar kolesterol baik.
Hal ini berkat kandungan allicin yang mampu menghambat enzim pembentuk kolesterol.
3. Menurunkan risiko kanker
Bawang putih mengandung senyawa sulfur bioaktif yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
Hal ini dikarenakan sulfur bioaktif dapat memperbaiki sel tubuh yang rusak, membunuh sel tubuh yang rusak, serta menghambat penyebaran sel yang tidak sehat.
4. Meredakan infeksi, radang, dan pilek
Bawang putih mengandung allicin yang berfungsi sebagai antivirus, antimikroba, dan antijamur.
Dengan allicin ini, bawang putih dapat membunuh berbagai organisme penyebab penyakit.
Memakan bawang putih mentah juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mencegah penyakit flu.
5. Mengendalikan tekanan darah
Kandungan allicin pada bawang putih dapat menurunkan tekanan darah. Bawang putih mentah mengandung polisulfida yang berfungsi mengendalikan tekanan darah.
Selain itu, polisulfida dapat membantu melegakan dan membuka pembuluh darah sehingga tekanan darah tidak terlalu besar.
Dengan begitu, bawang putih bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.
6. Menjaga kesehatan otak
Bawang putih mengandung FruArg yang merupakan turunan karbohidrat. FruArg ini dapat mengurangi kadar oksida nitrat yang diproduksi di otak.
Dengan berkurangnya kadar oksida nitrat ini, kerusakan otak dapat dihambat.
Sementara itu, FruArg dapat meningkatkan produksi sel mikroglia yang berfungsi menjaga kesehatan sistem saraf. Produksi sel mikroglia ini dapat menimbulkan oksida nitrat.
Sedangkan FruArg yang dimiliki bawang putih ini dapat meningkatkan produksi mikroglia dan menghambat produksi oksida nitrat. Sehingga, kadar kedua senyawa dalam tubuh ini seimbang.
7. Memperkuat tulang
Bawang putih mengandung Flavonoid mampu meningkatkan pembentukan tulang sekaligus menghambat pengeroposan mineral tulang. Dengan begitu, kerapuhan tulang dapat ditekan.
8. Mencegah penyakit jantung
Mengonsumsi bawang putih dapat membantu mengurangi plak yang menumpuk di arteri koroner. Arteri koroner ini berfungsi sebagai pemompa darah ke jantung.
Dengan berkurangnya plak di dalam pembuluh darah, peredaran darah semakin lancar sekaligus juga dengan sistem metabolisme tubuh. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



