Rahasia Dibalik Bulan Syaban, Bulan Mulia yang Diperhatikan Rasulullah SAW

AKURAT JAKARTA - Menjadi bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, kehadiran bulan Syaban seringkali dilupakan karena letaknya yang berada ditengah dua bulan mulia, yakni setelah bulan rajab dan jelang bulan Ramadan.
Bahkan karena kedudukannya ini, Rasulullah SAW menyebutnya sebagai bulan
"شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ" yang berarti bulan yang dilupakan.
Merujuk dari HR. An-Nasa'i, seorang sahabat bernama Usamah bin Zaid bertanya kepada baginda nabi, "Aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syaban,"
Baca Juga: Banyak Diperdebatkan, Bagaimana Hukum Baca Yasin Tiga Kali Saat Malam Nisfu Syaban?
Lalu Rasulullah SAW menjawab:
ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: Ini adalah bulan yang kerap dilalaikan oleh manusia darinya. Ia adalah bulan di antara Rajab dan Ramadan, yaitu bulan di mana amal-amal akan diangkat kepada Tuhan alam semesta, maka aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa (HR. An-Nasa’i)
Dengan kata lain, bulan Syaban menjadi bulan yang diperhatikan oleh Nabi Muhammad SAW karena beliau banyak berpuasa pada bulan tersebut.
Sampai kata Siti Aisyah Ra (diriwayatkan bahwa) ia berkata: ... Saya tidak pernah melihat Rasulullah saw berpuasa sebulan penuh selain bulan Ramadan. Juga saya tidak pernah melihat Beliau banyak berpuasa kecuali di Bulan Syaban
Baca Juga: Muhammadiyah Resmi Tetapkan Awal Puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2025, NU Kapan?
Oleh karena itu, berdasarkan penjelasan diatas, bulan syaban juga disebut sebagai bulannya Rasulullah SAW.
Sebab, di bulan ini Allah menurunkan firmannya tentang perintah shalawat kepada Nabi Muhammad.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya," (Al-Ahzab: 56).
Selain itu, menurut para ulama, terdapat satu malam dimana Allah akan mengampuni dosa manusia pada malam yang dinamakan nisfu syaban. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





