Marak Badai PHK, Wamenaker Justru Sebut Lapangan Kerja Masih Banyak

AKURAT JAKARTA - Badai PHK disektor manufaktur baru-baru ini mendapat respons dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan.
Dimana menurutnya, fenomena pemutusan hubungan kerja tersebut masih bisa disiasati, lantaran masih banyak lapangan kerja yang tersedia.
Immanuel bahkan mengungkap bahwa pihaknya akan mencari industri yang bersedia membuka lapangan pekerjaan berskala besar.
"Kita akan mencari industri yang membuka lapangan pekerjaan. Hari Senin, saya akan datang ke Garut, Jawa Barat. Di situ ada penerimaan lapangan pekerjaan sekitar sepuluh ribu," katanya.
Ia bahkan mencontohkan perusaahaan yang banyak membuka lapangan kerja, seperti perusahaan Huawei yang membuka sekitar 30 ribu lapangan pekerjaan.
Namun, pendapat Wamenaker menuai polemik dikalangan masyarakat.
Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2024, badai PHK menurut catatan Partai Buruh, sudah ada sekitar ratusan ribu pekerja di sektor industri tekstil, garmen dan sepatu.
Baca Juga: BUMN Buka Kesempatan Bagi 100 Ribu Pemudik Untuk Ikut Program Mudik Gratis Lebaran 2025
Seperti halnya yang terjadi pada akhir Desember 2024 atau awal Januari 2025, perusahaan elektronik asal Jepang, PT Yamaha Music Indonesia, di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang memproduksi piano dengan orientasi ekspor telah memberhentikan 400 orang pekerja.
Pemutusan hubungan kerja lain juga terjadi, sebanyak 700 buruh terpaksa dirumahkan.
Hingga baru-baru ini PT Sritex mengalami kebangkrutan pada Sabtu (1/3).
Dengan total sebanyak lebih dari 10.600 karyawan Sritex kena PHK dan resmi gulung tikar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








