Ini Isi Pidato Perdana Paus Leo XIV Setelah Terpilih Jadi Pemimpin Umat Katolik Dunia: Serukan Perdamaian hingga Lanjutkan Perjuangan Paus Fransiskus

AKURAT JAKARTA - Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika telah terpilih menjadi Paus Gereja Katolik Vatikan menggantikan Paus Fransiskus yang wafat 15 April lalu.
Robert Francis Prevost memakai nama kepausan yaitu Paus Leo XIV. Ia menyapa umat seluruh dunia dalam pidato perdananya.
Dari salah satu balkon Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV menyerukan perdamaian. "Salam untuk Roma dan dunia. Semoga damai menyertai anda," kata Paus Leo XIV dilansir dari Vatikan News, Jumat (9/5/2025).
"Saudara-saudari terkasih, ini adalah salam pertama dari Kristus yang bangkit, sang gembala yang baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi kawanan domba Allah."
"Saya juga ingin agar salam damai ini masuk ke dalam hati anda, menjangkau keluarga-keluarga anda dan semua orang, di mana pun mereka berada, dan semua bangsa, dan seluruh bumi. Semoga damai menyertai Anda."
"Ini adalah damai dari Kristus yang bangkit, damai yang melucuti senjata, merendahkan hati, dan memelihara. Itu datang dari Tuhan. Tuhan yang mengasihi kita semua, tanpa batasan atau syarat apa pun."
"Marilah kita dengarkan suara Paus Fransiskus yang lemah tetapi selalu berani, yang memberkati Roma - Paus yang memberkati Roma dan dunia pada pagi hari Paskah."
"Izinkan saya untuk melanjutkan berkat yang sama itu. Tuhan mengasihi kita, kita semua, kejahatan tidak akan menang. Kita semua berada di tangan Tuhan."
"Tanpa rasa takut, bersatu, bergandengan tangan dengan Tuhan dan di antara kita sendiri, kita akan maju. Kita adalah murid-murid Kristus. Kristus berjalan di depan kita, dan dunia membutuhkan terang-Nya. Umat manusia membutuhkan-Nya sebagai jembatan untuk mencapai Tuhan dan kasih-Nya."
"Anda membantu kami membangun jembatan melalui dialog dan perjumpaan, sehingga kita semua dapat menjadi satu umat yang selalu dalam damai. Terima kasih Paus Fransiskus."
Paus Leo XIV kemudian mengucapkan terima kasih kepada para Kardinal karena telah memilihnya sebagai paus. Dia mengajak umat untuk setia kepada Yesus Kristus.
"Terima kasih kepada saudara-saudara Kardinal saya yang telah memilih saya untuk menjadi penerus Petrus dan untuk berjalan bersama anda sebagai Gereja yang bersatu, mencari bersama-sama perdamaian dan keadilan, bekerja bersama sebagai wanita dan pria, setia kepada Yesus Kristus tanpa rasa takut, mewartakan Kristus, menjadi misionaris, setia kepada Injil."
"Saya adalah putra Santo Agustinus, seorang Agustinian. Beliau berkata, "Bersamamu saya seorang Kristen, bagimu saya seorang uskup." Semoga kita semua berjalan bersama menuju tanah air yang telah dipersiapkan Tuhan bagi kita."
Robert Francis Prevost dengan nama kepausan Paus Leo XIV terpilih menjadi Paus ke-267. Ini menjadi Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, sejak 2 ribu tahun lalu.
Robert Francis Prevost lahir di Chicago pada September 1955. Sebagai Uskup Agung Chicago, pria berusia 69 tahun ini memimpin Keuskupan Agung terbesar di Amerika Utara.
Prevost memiliki kewarganegaraan ganda yakni Amerika dan Peru. Ia juga menjabat di Komisi Kepausan untuk Amerika Latin, kawasan yang menjadi rumah bagi hampir 40 persen umat Katolik di seluruh dunia.
Sebelumnya, Prevost menjabat sebagai Uskup Chiclayo di Peru dari 2015 hingga 2023. Sejak 12 April 2023, ia diangkat menjadi prelatus Gereja Katolik yang menjabat sebagai prefek Dikasteri untuk Para Uskup.
Ia merupakan salah satu Kardinal yang diangkat oleh mendiang Paus Fransiskus, yang meninggal pada 21 April karena henti jantung hingga stroke.
Kardinal Prevost terpilih menjadi Paus Leo XIV setelah proses konklaf atau pemilihan Paus baru berlangsung tiga putaran.
Konklaf sudah berlangsung sejak Rabu 7 Mei 2025, dan diikuti oleh 133 Kardinal dari sejumlah negara.
Konklaf digelar secara tertutup. Para kardinal elektor disumpah untuk menjaga kerahasiaan selama proses berlangsung.
Mereka juga diisolasi dan pintu Kapel Sistina digembok dari luar, agar para Kardinal terhindar dari intervensi asing. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 3Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 8Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


