Jakarta

Viral! Burung Merak Milik Bamsoet Berkeliaran di Duren Sawit, Dinas KPKP: Harusnya Dikurung, Karena Bisa Sebarkan Penyakit

Yasmina Nuha | 5 Oktober 2025, 17:11 WIB
Viral! Burung Merak Milik Bamsoet Berkeliaran di Duren Sawit, Dinas KPKP: Harusnya Dikurung, Karena Bisa Sebarkan Penyakit

AKURAT JAKARTA - Viral di media sosial video seekor burung merak milik Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo alias Bamsoet yang berkeliaran di jalan dan menjadi tontonan warga di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @lukman.hakim4964, terlihat dua orang berfoto bersama dengan burung merak yang sedang membuka ekornya.

Burung itu tampak berdiri di depan sebuah rumah mewah sambil mengembangkan ekornya yang indah.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat HUT ke-80 TNI, Transjakarta Tambah 151 Bus dan Ribuan Petugas

Terdapat sekitar enam ekor burung merak dengan berbagai ukuran di dalam rumah mewah tersebut.

Beberapa di antaranya terlihat berkeliaran di halaman rumah, sementara seekor merak bertengger di bawah genteng untuk berteduh.

Merak berwarna biru dan putih itu tampak berjalan diiringi anak-anaknya, dengan kicauannya yang terdengar nyaring.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, meminta agar hewan tersebut tidak dibiarkan berkeliaran.

Hasudung menjelaskan bahwa hewan tersebut termasuk kategori unggas hias yang tidak dilindungi.

"Jadi kan sebenarnya secara aturan perda 4 tahun 2007, ya unggas hias itu termasuk kategori unggas hias dan kebetulan tidak dilindungi," ujar Hasudungan kepada wartawan, dikutip Minggu (5/10/2025).

Baca Juga: Buah Gandaria: Si Kecil yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Meski tidak dilindungi, ia pun menegaskan hewan tersebut seharusnya dikurung dan tidak dibiarkan berkeliaran karena bisa berpotensi menyebarkan penyakit.

"Kategori tidak dilindungi sebenarnya harus dikurung ya, tidak bisa dibiarkan berkeliaran. Karena ada potensi juga penularan penyakit, penyakit flu burung," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersuasif kepada pemilik burung tersebut. Serta, petugas dari Jakarta Timur sudah melaksanakan kegiatan sertifikasi kesehatan unggas.

"Dicek kesehatannya, kemudian kita berikan sertifikatnya. Sertifikat kesehatan ya, bukan untuk konservasi bukan. Kalau konservasi itu kan di BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam)," tukasnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Jamin Ketersediaan Pangan Strategis Hingga Akhir Tahun dan Libur Nataru, Berikut Rinciannya

Setelah dilakukan pengecekan kesehatan, ia pun memastikan kondisi kesehatan dari burung merak tersebut tidak bermasalah. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.