Jakarta

Keren! 6 Camat dari Kota Samarinda Belajar Inovasi Lingkungan ke RT08 Malaka Jaya, Bisa Direplikasi Nasional Nih...

Sastra Yudha | 9 Desember 2025, 09:14 WIB
Keren! 6 Camat dari Kota Samarinda Belajar Inovasi Lingkungan ke RT08 Malaka Jaya, Bisa Direplikasi Nasional Nih...

AKURAT JAKARTA - RT08/RW04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah menerima kunjungan enam Camat dari Kota
Samarinda, Kalimantan Timur.

Kunjungan enam camat ini menyusul kedatangan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, beserta jajaran yang lebih dulu meninjau inovasi lingkungan di kawasan RT08 Malaka Jaya ini.

Kehadiran mereka ke RT08 Malaka Jaya, karena ingin mempelajari model inovasi lingkungan untuk diterapkan di wilayah Kota Samarinda.

Baca Juga: Teken Nota Kesepahaman dengan Kejati Banten, Pemkab Tangerang Dukung Penerapan Pidana Kerja Sosial Sesuai KUHP yang Baru

Selama ini, RT 08 Malaka Jaya dikenal sebagai “Media Percontohan Pencegah Krisis Planet”, berkat keberhasilannya menjalankan lebih dari 40 inovasi lingkungan terintegrasi.

Sejumlah inovasi lingkungan tersebut antara lain:

1. Kolam gizi double decker di atas U-Ditch
2. Tiga Sumur resapan dalam 16, 18 dan 25 meter
3. Urban farming & budidaya pangan warga
4. Pengelolaan sampah mandiri (biopori, kompos, maggot BSF, rumah pilah)
5. Dashboard RTOnline berbasis data
6. Sistem keamanan CCTV terpadu
7. Pemberdayaan ekonomi & penciptaan lapangan kerja

Seluruh inovasi ini tumbuh dari gotong royong warga, dengan prinsip murah, terukur, dan bisa direplikasi.

Saat rombongan Camat dari Kota Samarinda hadir, sedang berlangsung pembangunan kolam double decker baru di RT 07 RW 04, sebagai bukti ekspansi inovasi lintas RT.

Baca Juga: Inovasi Transformasi Perparkiran, Presiden Direktur Centrepark Dinobatkan sebagai EY Entrepreneur Of The Year 2025

Ketua RT08 Malaka Jaya, Taufiq Supriadi, mengatakan bahwa pihaknya telah menambah kapasitas budidaya perikanan untuk memperluas manfaat ekonomi dan membuka ruang kerja baru bagi warga sekitar.

“Lingkungan yang dikelola baik selalu melahirkan peluang. Kami ingin inovasi tidak hanya memperbaiki ruang hidup, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga. RT adalah ruang pemberdayaan bersama,” ujarnya.

Taufiq juga mengucapkan terima kasih kepada Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo, yang selama ini sangat mendukung Program MAJAPAHIT (Malaka Jaya yang Peduli, Asri, Hijau, Indah, dan Toleran).

Baca Juga: Konser Amal Heal Sumatera Kumpulkan Donasi Rp15 Miliar dalam 6 Jam

Kunjungan Edukatif dari Komunitas Islam & Yayasan Pendidikan

Pada 17 Desember 2025, RT 08 dijadwalkan menerima kunjungan 60 siswa Rumah Tahfidz Muslimah (Depok) serta rombongan Yayasan Amanah Baitul Ilmi dari Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Mereka datang untuk belajar langsung mengenai ekologi kota, pengurangan sampah dari sumbernya, urban farming, dan teknologi lingkungan sederhana.

Ini menunjukkan bahwa inovasi RT 08 tidak hanya relevan bagi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda dan komunitas lintas kota.

Berbagai media Internasional dan nasional juga telah melakukan peliputan terhadap inovasi RT08 Malaka Jaya selama dua tahun terakhir.

Liputan ini memperkuat bahwa model yang dikembangkan warga RT0 Malaka Jaya memiliki nilai edukasi publik dan menjadi contoh baik bagi kampung-kampung di Indonesia.

“Tantangan kita adalah memastikan model ini direplikasi. CSR dan dukungan pihak luar harus memperkuat manusia, bukan hanya membangun fisik. Yang kita butuhkan adalah empowerment dan keberlanjutan,” tegas Taufiq.

Baca Juga: Perkuat Kepedulian Sosial, BK Award 2025 Jadi Momen Penggalangan Dana Korban Banjir dan Longsor Sumatra

Taufiq percaya bahwa perubahan lingkungan nasional hanya bisa dimulai dari unit paling dasar, yaitu rumah, keluarga, RT, dan RW.

"Ketika unit kecil kuat, Indonesia kuat," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.