Jakarta

Tertinggi di DKI Jakarta, Curah Hujan Lebat dan Ekstrem Diprediksi hingga 26 Januari 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Sastra Yudha | 21 Januari 2026, 09:51 WIB
Tertinggi di DKI Jakarta, Curah Hujan Lebat dan Ekstrem Diprediksi hingga 26 Januari 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak


AKURAT JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan warning terkait potensi hujan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan peningkatan intensitas hujan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

BMKG memprediksi hujan ekstrem akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada periode 20 hingga 26 Januari 2026.

Baca Juga: Asyik! 4 Jenis Bansos ini Diperkirakan Cair Sebelum Bulan Ramadhan, Ayo Cek Saldo Rekeningmu

Di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan, bahkan masuk kategori ekstrem.

Berdasarkan pantauan BMKG, curah hujan harian tertinggi tercatat di DKI Jakarta yang mencapai 213,4 mm per hari.

Selanjutnya, disusul Sulawesi Selatan (101,2 mm/hari), Jawa Barat (86,7 mm/hari), Tangerang (85,4 mm/hari), Lampung (83,0 mm/hari), dan DI Yogyakarta (78,4 mm/hari).

Peningkatan curah hujan lebat hingga ekstrem ini dipicu oleh kombinasi berbagai faktor atmosfer, terutama pada skala regional. S

alah satu faktor utama adalah keberadaan sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan NTB dan berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.

Sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi yang luas di wilayah selatan Indonesia, mencakup Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Baca Juga: Vitamin D, Nutrisi Sederhana yang Menentukan Kesehatan Tulang dan Daya Tahan Tubuh

Meski Bibit Siklon Tropis 96S kini telah melemah dan dinyatakan punah, dinamika atmosfer kembali menunjukkan munculnya Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah Laut Timor.

Bibit siklon baru ini berpotensi kembali memperkuat pola konvergensi dan meningkatkan peluang hujan lebat hingga sangat lebat, khususnya di wilayah NTB dan NTT.

Selain itu, kondisi cuaca juga dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, yang membawa aliran massa udara lembap dari Laut Cina Selatan, melintasi Selat Karimata, hingga mencapai Pulau Jawa.

Penguatan angin baratan di wilayah selatan Indonesia turut mendukung pertumbuhan awan hujan secara intensif.

Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih akan berperan besar terhadap pola cuaca di Indonesia.

Baca Juga: Stunting: Ancaman Tumbuh Kembang Anak dan Langkah Pencegahan yang Wajib Diketahui Orang Tua

BMKG juga mengingatkan adanya peluang peningkatan seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia dalam sepekan ke depan.

Hal ini ditandai dengan perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan di wilayah Asia serta penguatan angin di Laut Cina Selatan, yang mempercepat masuknya monsun Asia ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata.

Dampaknya, risiko cuaca ekstrem diperkirakan meningkat, terutama di Sumatera bagian selatan dan Pulau Jawa, pada periode tanggal 20 hingga 22 Januari 2026.

BMKG mengeluarkan peringatan dini Status Siaga (Hujan Lebat hingga Sangat Lebat), yang meliputi wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali dan Sulawesi Selatan.

Sedangkan untuk Status Awas (Hujan Sangat Lebat hingga Ekstrem) yang berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: 7 Makanan Tinggi Protein yang Penting Menjaga Kesehatan

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, longsor, dan pohon tumbang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.