Jakarta

Baru 16 Tahun tapi Sudah Tembus Piala Dunia Catur 2025, Inilah Sosok Herfesa Shafira Devi yang Harumkan Nama Indonesia

Zainal Abidin | 4 Mei 2025, 20:16 WIB
Baru 16 Tahun tapi Sudah Tembus Piala Dunia Catur 2025, Inilah Sosok Herfesa Shafira Devi yang Harumkan Nama Indonesia

AKURAT JAKARTA - Herfesa Shafira Devi, remaja asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah menjadi sorotan usai dinyatakan lolos mewakili Indonesia di ajang World Chess Cup 2025.

Prestasinya ini bukan hanya mengundang decak kagum pecinta catur, tetapi juga membuka harapan baru bagi regenerasi atlet catur nasional.

Penampilan Herfesa di panggung dunia menjadi tonggak penting karena sejak 2019, belum ada wakil Indonesia yang berlaga di turnamen bergengsi tersebut.

Baca Juga: Akhir Pekan Warga Jakarta, Meriahkan Kebayoran Park Mall dengan Beragam Aktivitas

Nama Herfesa Shafira Devi langsung mencuat di media sosial, setelah kabar keberhasilannya menembus kualifikasi World Chess Cup 2025 Zona 3.3 di Ulaanbaatar, Mongolia, menyebar luas.

Meskipun masih berusia 16 tahun dan belum memiliki gelar resmi dalam dunia catur, ia mampu bersaing dengan para pecatur profesional bertitel.

Hal ini membuat banyak pihak penasaran dengan latar belakang gadis muda yang mengharumkan nama Indonesia tersebut.

Baca Juga: Wacana Vasektomi Sebagai Syarat Penerima Bansos, Menko PM: Tidak Boleh Buat Aturan Sendiri

Ternyata, perjalanan Herfesa dalam dunia catur dimulai sejak usianya baru tiga tahun.

Ia tumbuh dalam keluarga yang memiliki kecintaan kuat terhadap permainan ini.

Sang ayah, Erliyansah, adalah mantan atlet catur yang memperkenalkan permainan strategi ini secara alami kepada putrinya.

Baca Juga: Komnas HAM Sebut Vasektomi Tidak Boleh Dipertukarkan Dengan Bansos

“Catur bukan hal baru di keluarga kami. Ayah saya dulu juga menyukai catur, dan kegemaran itu saya teruskan ke Shafira. Jadi bisa dibilang memang ada bakat turunan,” ungkap Erliyansah pada Sabtu (3/5/2025).

Berbeda dari pendekatan teknis sejak dini, Erliyansah justru lebih dahulu menumbuhkan rasa suka dan ketertarikan anaknya terhadap catur.

Ia sering mengajak Herfesa menonton orang bermain di taman atau kompetisi lokal.

Baca Juga: Cek Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Minggu Ini, Simak Syarat dan Biayanya

Suatu ketika, rasa penasaran itu muncul.

“Saya sering ajak Shafira melihat orang bermain catur. Lalu dia mulai penasaran dan bertanya, ‘Itu permainan apa, Ayah?’” kenangnya.

Perjalanan prestasi Shafira mulai terlihat ketika ia mengikuti ajang O2SN untuk pertama kalinya di usia enam tahun.

Baca Juga: Jadwal Samsat Keliling Detabek Sabtu Ini, Warga Bisa Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah

Walau hanya meraih juara dua, pengalaman itu menjadi pijakan awalnya.

Setelah itu, ia terus menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk kemenangan di Kejuaraan Kabupaten Sleman dan Kejuaraan Nasional dengan skor sempurna.

“Dia tidak pernah kalah satu kali pun,” ujar sang ayah dengan bangga.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Aturan Baru Legalkan Pengeboran Minyak Rakyat Skala Kecil

Kini, dengan semangat yang tidak pernah padam, Herfesa menjalani latihan rutin setiap hari, termasuk menyimak video pertandingan catur internasional hingga larut malam.

Meski jadwalnya fleksibel, dedikasi yang ia tunjukkan tetap konsisten.

“Latihan setiap hari, paling tidak untuk mengulang strategi,” jelas Erliyansah.

Baca Juga: MUI Jawa Barat Sebut Hukum Vasektomi Haram

Tak hanya mendampingi Herfesa, Erliyansah juga aktif membina pecatur muda lain di Sleman tanpa biaya, sebagai bentuk kontribusi untuk kemajuan catur daerah.

Ia berharap perjuangan putrinya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Mudah-mudahan prestasinya berlanjut dan memotivasi lahirnya generasi baru pecatur andal,” pungkasnya.

Baca Juga: Warga Solo Merapat! Hari Ini Terakhir Festival Kuliner SICF 2025 di Stadion Manahan, Ada Cooking Competition hingga Music Performance, Gratis!

(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.