Rupiah Menguat Imbas Kesepakatan Tarif Baru AS - Asia

AKURAT JAKARTA - Rupiah menguat terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (15/5).
Dimana nilai tukar rupiah saat ini mencapai Rp16.529 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.562 per dolar.
Menurut Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, penguatan ini dipengaruhi harapan atas kesepakatan baru antara Amerika Serikat dengan negara-negara Asia.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair Mei Ini, Berikut Jadwal dan Besaran yang Akan Ditransfer Pemerintah
Seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang.
"Rupiah dan mata uang Asia pada umumnya menguat terhadap dolar AS oleh harapan kembali terjadinya kesepakatan baru negara-nefara Asia dengan AS," ujar Lukman Leong dikutip dari ANTARA.
Adapun beberapa faktor yang mendorong penguatan rupiah adalah terkait kebijakan suku bunga The Fed serta data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Baca Juga: Bansos Tahap 2 Cair Bulan Ini, Begini Cara Cek Penerima PKH dan BPNT, Sudah Cair atau Belum?
Baca Juga: Gaji 13 PNS Cair Bulan Juni, Segini Besaran yang Akan Diterima Per Golongan
Penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh perbedaan pendapat di antara pejabat bank sentral atau Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengungkapkan bahwa nilai suku bunga yang terlalu tinggi dalam waktu lama dapat berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, lemahnya data ekonomi AS memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi ekonomi negara sehingga memicu penurunan nilai dolar AS. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





