Jakarta

Rupiah Menguat Usai Trump Kurangi Tarif Otomotif

Titania Isnaenin | 29 April 2025, 22:06 WIB
Rupiah Menguat Usai Trump Kurangi Tarif Otomotif

 

AKURAT JAKARTA - Nilai tukar atau kurs rupiah pada Selasa (29/4) mengalami penguatan.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi menuturkan bahwa penguatan nilai kurs rupiah dipengaruhi oleh sikap Presiden AS untuk meringankan dampak tarif otomotif.

"Washington akan melunakkan dampak tarif otomotifnya dengan mengurangi beberapa bea yang dikenakan pada suku cadang asing di mobil yang diproduksi di dalam negeri," katanya.

Baca Juga: KSAL Curhat ke DPR, TNI AL Punya Tunggakan Pembayaran BBM Senilai Triliunan Rupiah ke Pertamina

Baca Juga: Meski Dikritik AS, Layanan QRIS Bakal Bisa Dipakai di 4 Negara Baru

Melansir The Wall Street Journal, Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk meringankan dampak tarif otomotif.

Trump berencana mengurangi beberapa bea yang dikenakan pada suku cadang asing di mobil yang diproduksi di dalam negeri.

Langkah ini diperkirakan akan membebaskan produsen mobil dari beban tarif tambahan lainnya, khususnya atas baja dan aluminium.

Baca Juga: Pramono Tak Akan Gelar Pemutihan Bagi Para Penunggak Pajak: Saya Akan Kejar

Baca Juga: Ini Kata Wamensesneg Soal Usulan Kota Solo Jadi Daerah Istimewa

Produsen mobil juga bisa mendapatkan pengembalian atas tarif yang telah mereka bayarkan.

Sebab kebijakan Trump ini, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini menguat sebesar 95 poin atau 0,56 persen menjadi Rp16.761 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat ke level Rp16.787 per dolar AS. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.