Jakarta

Rupiah Menguat Imbas Kesepakatan Tarif Baru AS - Asia

Titania Isnaenin | 15 Mei 2025, 20:50 WIB
Rupiah Menguat Imbas Kesepakatan Tarif Baru AS - Asia

 

AKURAT JAKARTA - Rupiah menguat terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (15/5).

Dimana nilai tukar rupiah saat ini mencapai Rp16.529 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.562 per dolar.

Menurut Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, penguatan ini dipengaruhi harapan atas kesepakatan baru antara Amerika Serikat dengan negara-negara Asia.

Baca Juga: KDM Sebut Bisa Gaji Warga Jakarta Rp 10 Juta Per Bulan, Stafsus Gubernur Pramono, Chico Hakim: Terlalu Bersemangat Sehingga Salah Hitung

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair Mei Ini, Berikut Jadwal dan Besaran yang Akan Ditransfer Pemerintah

Seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang.

"Rupiah dan mata uang Asia pada umumnya menguat terhadap dolar AS oleh harapan kembali terjadinya kesepakatan baru negara-nefara Asia dengan AS," ujar Lukman Leong dikutip dari ANTARA.

Adapun beberapa faktor yang mendorong penguatan rupiah adalah terkait kebijakan suku bunga The Fed serta data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Baca Juga: Bansos Tahap 2 Cair Bulan Ini, Begini Cara Cek Penerima PKH dan BPNT, Sudah Cair atau Belum?

Baca Juga: Gaji 13 PNS Cair Bulan Juni, Segini Besaran yang Akan Diterima Per Golongan

Penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh perbedaan pendapat di antara pejabat bank sentral atau Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengungkapkan bahwa nilai suku bunga yang terlalu tinggi dalam waktu lama dapat berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, lemahnya data ekonomi AS memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi ekonomi negara sehingga memicu penurunan nilai dolar AS. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.