Jakarta

Sejarah Baru! Ketua RT Jakarta Tampil di CCTV China, Pamer Inovasi Lingkungan dari Gang Sempit

Ainun Kusumaningrum | 7 Oktober 2025, 22:01 WIB
Sejarah Baru! Ketua RT Jakarta Tampil di CCTV China, Pamer Inovasi Lingkungan dari Gang Sempit

AKURAT JAKARTA - Sebuah peristiwa membanggakan bagi institusi terkecil di Indonesia terjadi di kancah internasional. Dr. Taufiq Supriadi, Ketua RT8 RW4 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, menerima undangan resmi untuk tampil di China Central Television (CCTV), stasiun televisi nasional utama di Tiongkok.

Undangan yang datang melalui program “Entrepreneur China” ini merupakan pengakuan internasional atas inovasi berbasis masyarakat padat penduduk yang dipimpin langsung oleh Taufiq.

Ini adalah kali kedua Taufiq diundang resmi oleh Republik Rakyat Tiongkok, setelah kunjungan pertamanya ke Guangzhou.

Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik Hari Ini

Kehadiran seorang Ketua RT di forum internasional, apalagi disiarkan oleh media utama Tiongkok, dianggap sebagai momentum sejarah.

Inovasi yang dipaparkan dinilai sejalan dengan cita-cita besar Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pembangunan dari bawah, dan harmoni dengan lingkungan.

Mengubah Beton Menjadi Harapan Hijau

Muncul pertanyaan: Mengapa RT8 Malaka Jaya dipilih dari ribuan RT di Jakarta dan jutaan di Indonesia? Jawabannya terletak pada kemampuan RT8 menghadirkan model inovasi hijau yang nyata dan terukur di tengah kawasan padat penuh beton.

Dalam paparannya di Beijing, Taufiq menegaskan bahwa upaya yang mereka lakukan adalah bukti kontribusi kecil terhadap cita-cita besar bangsa.

"Di kawasan padat penduduk full beton, kami telah memiliki Media Percontohan Pencegah Krisis Planet Malaka Jaya yang bahkan sudah tercatat di Google Maps," ujar Taufiq.

Baca Juga: BPBD Bantah Kebakaran di Tol Ciperna Akibat Meteor Jatuh

Dia merinci sejumlah inovasi yang dilakukan di RT-nya, termasuk transformasi digital melalui website RT, mengubah saluran beton (u-ditch) menjadi kolam lele, membangun komposter komunal, serta memasang lampu tenaga surya, CCTV, hingga penampungan air hujan.

Ia menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sedang dikembangkan menjadi Pusat Data Nasional Pencegah Krisis Planet berbasis RT.

"Dengan demikian, data riil dari tingkat akar rumput dapat menjadi bagian dari strategi besar bangsa dalam menghadapi krisis pangan dan iklim," tambahnya,

Dia menyebut ke depan data ini akan dikompilasi dengan data rakyat miskin dan potensi penerimaan pajak setiap RT.

Pengakuan MURI hingga Dubes RI

Inovasi yang dilakukan RT8 Malaka Jaya telah menarik perhatian global dan nasional. Taufiq telah meraih rekor MURI dan pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Amerika.

Setelah selesai rekaman di CCTV, Taufiq diterima oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok, Jauhari Oratmangun. Dalam pertemuan tersebut, Taufiq menyerahkan buku karyanya, “Suara-suara dari Pos Ronda”, sebagai laporan simbolik.

Dubes Jauhari menegaskan bahwa kehadiran Taufiq merupakan sejarah baru dalam hubungan kedua negara. "Belum pernah terjadi undangan resmi pemerintah China kepada pimpinan terkecil di Indonesia, yaitu seorang Ketua RT," tegas Dubes Jauhari, memvalidasi pengakuan internasional tersebut.

Melalui kiprahnya, Taufiq Supriadi membawa pesan optimisme menuju Indonesia Emas 2045. "Kami di RT8 Malaka Jaya percaya bahwa aksi lokal yang sederhana bisa menjadi kontribusi nyata bagi cita-cita besar Indonesia.

Dunia harus tahu, agar CSR dan ESG perusahaan dapat diarahkan dengan transparan dan terukur, serta memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat," tutupnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.