Kemdiktisaintek Akan Tutup Prodi Tak Relevan, Berikut 20 Prodi dengan Lulusan Terbanyak di Indonesia

AKURAT JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berencana melakukan langkah berani dengan menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
Langkah ini diambil karena banyak prodi dianggap tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri strategis nasional.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengungkapkan bahwa ke depannya prodi-prodi akan difokuskan pada 8 bidang industri strategis, yakni: kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju & manufaktur, energi, serta maritim.
Baca Juga: Pemprov DKI Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis Mulai Juli 2026, Total Anggaran Capai Rp 253,6 Miliar
"Ada 8 industri strategis yang perlu ditumbuhkan, kalau bisa pertumbuhannya di atas 12-15%," ujar Badri dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026, Senin (27/4/2026).
Krisis Lulusan Keguruan Surplus 470 Ribu Orang
Badri menyoroti adanya ketimpangan tajam antara jumlah lulusan dengan kebutuhan lapangan kerja (oversupply), terutama di bidang kependidikan.
"Keguruan kita meluluskan tiap tahun 490 ribu orang. Sementara, kebutuhan untuk lulusan keguruan hanya 20 ribu," ungkapnya.
Berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2024, bidang ilmu pendidikan, ekonomi, dan sosial masih mendominasi jumlah lulusan terbanyak di Indonesia.
Baca Juga: Hadiri Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju, Presiden Prabowo: Ahmad Dhani Sahabat Baik Saya
Berikut 20 prodi dengan lulusan terbanyak di Indonesia Tahun Ajaran 2023/2024:
Pendidikan profesi guru: 162.521 mahasiswa
Manajemen: 151.679 mahasiswa
Akuntansi: 68.015 mahasiswa
Pendidikan guru sekolah dasar: 61.756 mahasiswa
Ilmu hukum: 54.887 mahasiswa
Pendidikan agama Islam: 52.798 mahasiswa
Kebidanan: 36.899 mahasiswa
Teknik informatika: 35.919 mahasiswa
Ilmu komunikasi: 33.704 mahasiswa
Keperawatan: 32.475 mahasiswa
Farmasi: 29.183 mahasiswa
Teknik sipil: 27.304 mahasiswa
Sistem informasi: 25.866 mahasiswa
Ilmu keperawatan: 24.937 mahasiswa
Pendidikan profesi bidan: 21.467 mahasiswa
Psikologi: 19.958 mahasiswa
Hukum: 18.825 mahasiswa
Pendidikan bahasa Inggris: 18.139 mahasiswa
Profesi ners: 16.128 mahasiswa
Ekonomi syariah: 15.077 mahasiswa.
Baca Juga: Tingkatkan Kemudahan Multitasking, WhatsApp Uji Fitur Gelembung Notifikasi di Android
Kritik Pedas: Kampus Bukan Pabrik Buruh
Rencana penutupan prodi ini mendapat tanggapan kritis dari pengamat pendidikan Vox Populi Institute Indonesia, Indra Charismiadji.
Meski setuju dengan penyelarasan dunia kerja, Indra mempertanyakan transparansi kajian akademis di balik kebijakan tersebut.
"Bagaimana mungkin pemerintah menutup pintu-pintu ilmu tanpa tahu rumah industri apa yang ingin dibangun 20 tahun ke depan?" kritik Indra.
Ia mengibaratkan kebijakan ini seperti menebang pohon tanpa rencana penanaman kembali.
Menurutnya, pemerintah seharusnya fokus membangun ekosistem industri terlebih dahulu agar lulusan prodi spesifik, seperti Biologi Maritim, bisa terserap.
Lebih lanjut, Indra mengingatkan agar pemerintah tidak menyempitkan fungsi perguruan tinggi hanya sebagai lembaga pelatihan kerja atau pabrik buruh.
Baca Juga: Gerebek Pesta Sabu di Pinggir Rel Tanah Abang, Polisi Amankan Sembilan Orang
"Kemdiktisaintek harus berhenti memandang kampus sebagai pabrik buruh. Fokuslah pada reformasi kurikulum Society 5.0, di mana teknologi adalah pekerja dan manusia adalah inovator," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, 15 September 2026: Mampukah El Submaniro Amarillo Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana?
- 3Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 6Prediksi Skor Como vs Parma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Tim Asuhan Cesc Fabregas Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Premier League, 15 September 2026: Mampukah The Whites Hentikan Rekor The Magpies?
- 8Prediksi Skor Torino vs AS Roma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Toro Menghentikan Laju Giallorossi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



