Siap-siap, Fenomena Langka Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Akhir Mei Ini

AKURAT JAKARTA – Langit Indonesia akan dihiasi fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Purnama kedua dalam satu bulan kalender pada Minggu malam, 31 Mei 2026.
Menariknya, momen langka yang rata-rata hanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali ini bertepatan dengan perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE.
Siklus fase Bulan umumnya berlangsung selama 29,5 hari. Karena Bulan Purnama pertama di bulan Mei 2026 telah terjadi pada tanggal 1 Mei (Flower Moon), maka purnama yang jatuh di akhir bulan pada 31 Mei nanti resmi disebut sebagai Blue Moon.
Meski dinamakan Blue Moon, fenomena ini tidak berarti Bulan akan berubah warna menjadi biru. Istilah ini murni merujuk pada urutan kemunculan purnama yang ganda dalam satu bulan kalender yang sama.
Bonus Fenomena Micromoon
Blue Moon kali ini terbilang unik karena bertepatan dengan fenomena micromoon. Kondisi ini terjadi ketika Bulan berada di titik apogee, yaitu titik terjauh dari Bumi dalam garis orbitnya.
Akibatnya, diameter Bulan akan tampak sekitar 7% lebih kecil dan sedikit lebih redup dibandingkan dengan ukuran Bulan Purnama standar.
Waktu Terbaik Mengamati di Indonesia
Secara astronomis, puncak Blue Moon 2026 akan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC. Jika dikonversi ke waktu Indonesia, puncaknya jatuh pada sore hari, yaitu pukul:
15.45 WIB (Waktu Indonesia Barat)
16.45 WITA (Waktu Indonesia Tengah)
17.45 WIT (Waktu Indonesia Timur)
Mengingat puncak astronomisnya terjadi pada sore hari, masyarakat Indonesia dapat mulai menikmati keindahan Bulan Purnama ini sejak matahari terbenam sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat. Namun, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah saat posisi Bulan sudah tinggi di langit, mulai pukul 19.00 hingga menjelang tengah malam.
Tips Menyaksikan Blue Moon di Indonesia
Fenomena ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia tanpa memerlukan alat bantu khusus. Agar pengamatan Anda maksimal, berikut beberapa tips yang dapat diikuti:
Gunakan Mata Telanjang: Anda tidak membutuhkan teleskop atau kacamata khusus. Sebagai salah satu objek langit paling terang, Bulan dapat dilihat langsung dengan mata telanjang selama langit cerah.
Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya: Pilih area terbuka yang jauh dari gemerlap lampu kota, seperti kawasan pantai, pegunungan, lapangan luas, atau rooftop gedung tinggi.
Adaptasi Mata: Berikan waktu sekitar 15–20 menit bagi mata Anda untuk beradaptasi dengan kondisi gelap. Hindari melihat layar ponsel terlalu sering saat pengamatan agar pupil mata tetap optimal melihat objek langit.
Gunakan Alat Bantu untuk Detail Kawah: Jika Anda ingin melihat tekstur permukaan dan kawah Bulan secara lebih terperinci, Anda bisa memanfaatkan teropong binokular atau teleskop sederhana.
Pantau Prakiraan Cuaca BMKG: Awan mendung dan hujan menjadi kendala utama pengamatan astronomi. Pastikan Anda memantau perkembangan cuaca lokal melalui aplikasi BMKG sebelum mulai mengamati langit. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, 15 September 2026: Mampukah El Submaniro Amarillo Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana?
- 3Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 6Prediksi Skor Como vs Parma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Tim Asuhan Cesc Fabregas Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Premier League, 15 September 2026: Mampukah The Whites Hentikan Rekor The Magpies?
- 8Prediksi Skor Torino vs AS Roma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Toro Menghentikan Laju Giallorossi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



