Cara Orang Tua Merespons Cerita Anak Ternyata Bisa Membentuk Konsep Diri Mereka

AKURAT JAKARTA - Banyak orang tua menganggap mendengarkan cerita anak hanyalah bagian dari rutinitas sehari-hari.
Padahal, kebiasaan sederhana tersebut memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis anak dan bahkan dapat membentuk cara mereka memandang diri sendiri ketika dewasa.
Di balik setiap percakapan, anak sebenarnya sedang mencari validasi bahwa perasaan dan pikirannya dianggap penting.
Respons orang tua ketika mendengarkan menjadi pengalaman emosional yang akan tersimpan dan memengaruhi perkembangan kepribadian mereka.
Psikolog Melvi Rosilawati menjelaskan bahwa salah satu dampak paling besar dari kebiasaan mendengarkan anak adalah terbentuknya konsep diri yang positif.
Konsep diri merupakan cara seseorang memandang, menilai, dan menerima dirinya sendiri.
Dalam psikologi, kondisi ini berkaitan dengan Self-Concept Theory.
Teori tersebut menjelaskan bahwa penilaian anak terhadap dirinya banyak dipengaruhi oleh respons dari orang-orang terdekat, terutama orang tua.
Ketika anak merasa didengar, ia akan lebih mudah percaya bahwa pendapat dan keberadaannya memiliki nilai.
Fenomena ini juga selaras dengan Attachment Theory, yang menyebut hubungan emosional yang hangat antara anak dan orang tua menjadi dasar munculnya rasa aman (secure attachment).
Anak yang memiliki rasa aman cenderung lebih percaya diri untuk mencoba hal baru, mengungkapkan pendapat, dan membangun hubungan sosial yang sehat.
Sebaliknya, jika anak berulang kali merasa diabaikan atau tidak didengarkan, mereka dapat belajar menyimpan perasaan sendiri karena menganggap apa yang disampaikan tidak penting.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi.
Melvi menjelaskan bahwa mendengarkan anak secara aktif juga membantu orang tua memahami sudut pandang serta emosi yang sedang dirasakan anak, baik rasa senang, takut, maupun khawatir.
Pemahaman tersebut membuat orang tua lebih mudah memberikan respons yang sesuai dengan kebutuhan anak.
=====
Selain itu, kebiasaan saling mendengarkan mengajarkan anak bahwa hubungan yang sehat dibangun melalui rasa saling menghargai.
Anak juga belajar bahwa komunikasi bukan sekadar berbicara, tetapi juga memberi ruang bagi orang lain untuk menyampaikan pendapat.
Ketika orang tua memahami minat dan prioritas anak melalui percakapan, mereka pun lebih mudah memberikan dukungan yang sesuai.
Kondisi ini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka dan nyaman mengekspresikan dirinya.
Manfaat lainnya adalah meningkatnya rasa percaya diri dan harga diri.
Anak yang merasa pendapatnya dihargai akan lebih berani mengemukakan ide, meskipun pengalaman yang dimilikinya masih terbatas.
Karena itu, mendengarkan anak bukan sekadar bentuk perhatian sesaat.
Dari sudut pandang psikologi, kebiasaan tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi perkembangan emosional mereka.
Beberapa menit yang dihabiskan untuk benar-benar mendengarkan cerita anak hari ini bisa menjadi fondasi terbentuknya pribadi yang percaya diri, mampu berkomunikasi dengan sehat, dan memiliki konsep diri yang positif di masa depan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Bodo/Glimt di UCL, 21 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Tengah Ancaman Kejutan Tim Norwegia
- 8Prediksi Skor FC Porto vs PSV Eindhoven di UCL, 21 Oktober 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





