Usia 22 Sudah Lulus S2 dengan IPK 4,00, Aqsa Justru Tak Ingin Berhenti di Gelar

AKURAT JAKARTA - Lulus S2 di usia 22 tahun mungkin terdengar seperti pencapaian yang sulit dibayangkan.
Namun, bagi Aqsa Aufa Syauqi Sadana, gelar tersebut justru menjadi awal untuk melangkah lebih jauh di dunia penelitian.
Aqsa dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Magister Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip).
Ia menyelesaikan pendidikan dengan IPK sempurna 4,00 melalui jalur Degree by Research (DBR).
Tidak berhenti pada pencapaian akademik, pria tersebut juga berhasil membawa hasil penelitiannya ke jurnal internasional bereputasi Scopus Q1.
Perjalanan itu menunjukkan bahwa usia bukan satu-satunya ukuran ketika seseorang ingin membangun rekam jejak di bidang riset.
Riset tentang Merkuri pada Ibu Hamil
Salah satu pencapaian yang membuat perjalanan akademik Aqsa menarik adalah penelitian yang dilakukannya mengenai hubungan variasi genetik dengan paparan merkuri pada ibu hamil.
Penelitian tersebut menunjukkan adanya korelasi antara paparan merkuri dan meningkatnya risiko komplikasi kehamilan.
Temuan itu diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam pemetaan strategi layanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan ibu dan anak.
Baca Juga: War Tiket Upacara HUT RI Tembus 336 Ribu Pendaftar, Pemerintah Siapkan Tambahan Hingga 3.400 Kursi
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas seluruh pencapaian tersebut. Bagi saya, penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan amanah dan motivasi untuk terus berkembang. Menjadi lulusan terbaik Magister Ilmu Biomedik FK Undip dengan IPK 4,00 dan memperoleh penghargaan Publikasi Terbaik merupakan hasil dari proses serta bimbingan luar biasa dari para dosen pembimbing dan BRIN," ujarnya dikutip dari laman Undip, Rabu, (12/8/2026).
Menariknya, Aqsa juga menjadi lulusan terbaik pada Prosesi Sumpah Profesi Dokter FK Undip.
Artinya, pencapaiannya tidak hanya berkaitan dengan nilai akademik, tetapi juga perjalanan profesionalnya sebagai calon tenaga medis sekaligus peneliti.
Bukan Sekadar Mengejar Publikasi
Di balik pencapaian tersebut, Aqsa menyebut proses penelitian membutuhkan ketekunan yang konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








