Jakarta

Hamil dan Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Penyandang Disabilitas Netra Ini Tetap Tuntaskan S2 dengan Predikat Cum Laude

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Agustus 2026, 20:00 WIB
Hamil dan Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Penyandang Disabilitas Netra Ini Tetap Tuntaskan S2 dengan Predikat Cum Laude
Di tengah kehamilan dan keterbatasan penglihatan, Toviyani berhasil raih gelar magister di UNY. - UNY

AKURAT JAKARTA - Wisuda biasanya menjadi penanda berakhirnya perjuangan panjang seorang mahasiswa.

Namun bagi Toviyani Widi Saputri, momen kelulusan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode I Tahun Akademik 2026-2027 menjadi bukti bahwa gelar magister itu diraihnya setelah melewati lebih dari sekadar tantangan akademik.

Penyandang disabilitas netra tersebut berhasil menyelesaikan S2 Bimbingan dan Konseling (BK) UNY dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,81 atau cum laude.

Yang membuat pencapaiannya semakin berkesan, Toviyani menuntaskan pendidikan tersebut dalam kondisi sedang mengandung.

Perjalanan menyelesaikan tesis tidak selalu berjalan mulus.

Di tengah aktivitas kuliah dan penelitian, Toviyani juga harus menghadapi perubahan kondisi fisik selama kehamilan.

Bahkan, ia sempat menghentikan riset selama sekitar satu bulan karena kondisi tubuhnya menurun drastis.

Situasi tersebut membuat Toviyani harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Untuk sementara, urusan akademik harus dikesampingkan karena kondisi tubuhnya membutuhkan perhatian.

Namun, setelah kondisinya membaik, ia kembali melanjutkan studinya.

Baca Juga: Lari dari Kejaran Warga, Maling Motor di Depok Letupkan Senpi

Ada satu hal yang membuatnya merasa tidak boleh menyerah, yakni tanggung jawab sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

"Tidak mudah mengerjakan tesis sekaligus menjadi penerima beasiswa LPDP. Harus komitmen, benar-benar berjuang keras, dan lulus tepat waktu. Kalau saya putus asa dan menyerah, rasanya sayang sekali," ungkap Toviyani, dikutip dari laman UNY.

Bagi Toviyani, beasiswa bukan hanya kesempatan untuk menempuh pendidikan lebih tinggi, tetapi juga amanah yang harus diselesaikan.

Karena itu, setelah pulih, ia kembali mengejar berbagai tugas akademik hingga akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Di balik perjuangan tersebut, Toviyani juga mendapatkan dukungan dari orang terdekatnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.