Jakarta

Bukan Sekadar Menang Lomba, Mahasiswa ITS Rancang Kapal Hidrogen untuk Operasi di Laut Natuna

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Agustus 2026, 21:30 WIB
Bukan Sekadar Menang Lomba, Mahasiswa ITS Rancang Kapal Hidrogen untuk Operasi di Laut Natuna
Ada teknologi hidrogen, begini kapal buatan mahasiswa ITS yang bikin juri terpikat. - ITS

AKURAT JAKARTA - Enam mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi desain kapal internasional.

Namun, yang menarik dari pencapaian tersebut bukan hanya posisi yang mereka raih, melainkan desain kapal yang mereka tawarkan.

Tim riset Hydromodelling dan Arkana ITS merancang kapal yang dipersiapkan untuk kebutuhan operasi lepas pantai di Laut Natuna.

Kapal tersebut tidak hanya dituntut memiliki desain inovatif, tetapi juga harus dapat diterapkan secara nyata dan dibuktikan melalui perhitungan teknis.

Kompetisi yang diikuti adalah Dr James A Lisnyk Student Ship Design Competition 2026 yang diselenggarakan The Society of Naval Architects & Marine Engineers (SNAME) yang bermarkas di Amerika Serikat.

Ajang tersebut berlangsung secara daring pada Maret hingga Juni 2026.

Tim ITS terdiri dari Faiz Yudistira Hidayat, Diarza Syafa, Najzwa Gita Purnama Putri, Emilda Safa'atus Sholihah, Hafizh Dzaky Firananda, dan Farizha Habibie.

"Inovasi yang diusulkan juga harus bisa diterapkan pada desain kapal dan dibuktikan lewat perhitungan," jelas Staf Ahli Divisi Desain Tim Hydromodelling ITS Farizha Habibie, dikutip dari laman ITS pada Selasa (25/8/2026).

Kapal 90 Meter untuk Laut Natuna

Desain yang dibuat tim mahasiswa ITS memiliki ukuran panjang length of perpendicular 90 meter, lebar 20 meter, tinggi 8 meter, dan sarat air 6,4 meter.

Baca Juga: UMY Buka Lowongan Dosen, Ada Syarat yang Wajib Diperhatikan Calon Pelamar

Kapal tersebut dirancang memiliki kecepatan dinas 14 knot dengan bobot mati mencapai 4.000 ton.

Kapasitas muatannya mencapai 3.600 metrik ton.

Dengan spesifikasi tersebut, kapal diproyeksikan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasi lepas pantai di Laut Natuna.

Kapal dapat membawa modul struktur bawah laut, logistik rig, peralatan inspeksi dan perbaikan pipa, hingga fluida pengeboran.

Artinya, rancangan mahasiswa ITS tidak berhenti pada bentuk kapal di atas kertas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.