Jakarta

Bukan Sekadar Badut, Riasan di Hari Wisuda Ini Jadi Simbol Perjuangan Hakim hingga Jadi Sarjana

Anggerhana Denni Rahmawati | 18 September 2026, 21:15 WIB
Bukan Sekadar Badut, Riasan di Hari Wisuda Ini Jadi Simbol Perjuangan Hakim hingga Jadi Sarjana
Hakim jadi badut untuk bertahan kuliah hingga akhirnya wisuda. - uinsgd.ac.id

AKURAT JAKARTA - Penampilan Muhammad Hakim saat wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung mungkin terlihat berbeda dari wisudawan lainnya.

Setelah menyelesaikan prosesi wisuda, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) itu justru mengenakan riasan wajah ala badut dan berkeliling bersama rekan-rekan seprofesinya.

Aksi tersebut kemudian menarik perhatian setelah videonya beredar di media sosial.

Namun, riasan badut yang dikenakan Hakim ternyata bukan sekadar cara untuk merayakan kelulusan.

Di balik wajah yang penuh warna itu terdapat pekerjaan yang sudah dijalani Hakim selama bertahun-tahun.

Profesi sebagai badut ulang tahun menjadi salah satu cara yang membantunya bertahan menjalani kuliah setelah kehilangan sang ayah.

Hakim merupakan salah satu wisudawan yang mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu (12/9/2026).

Menjadi Badut Setelah Kehilangan Ayah

Perjalanan Hakim menjadi badut bermula ketika ia duduk di semester tiga. Pada saat itu, sang ayah meninggal dunia.

Kehilangan tersebut membuat Hakim harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu membiayai pendidikannya.

Baca Juga: Tiket BIGBANG Jakarta 2027 Mulai Rp1,7 Juta, Cek Dulu Aturan Pembeliannya

Berbekal kemampuan menghibur anak-anak, ia kemudian mulai menjalani pekerjaan sebagai badut ulang tahun.

"Jadi intinya perjalanan saya mulai profesi badut ini di semester tiga atau ketika ayah meninggal. Jadi ketika ayah Hakim meninggal, Hakim mulai menggeluti dunia badut karena buat cari-cari tambahan untuk kehidupan," tuturnya dikutip dari laman resmi UIN SGD Bandung, Jumat (18/9/2026).

Pekerjaan tersebut kemudian menjadi bagian dari kehidupan Hakim selama menjalani masa perkuliahan.

Ia tidak hanya bekerja untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga tetap berusaha menyelesaikan pendidikannya hingga memperoleh gelar sarjana.

Profesi yang Justru Membawanya Lebih Dekat dengan Teman

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.