Jakarta

Prabowo Cium Mushaf Al-Qur'an Saat Resepsi 100 Tahun Gontor

Yusuf Doank | 19 September 2026, 21:46 WIB
Prabowo Cium Mushaf Al-Qur'an Saat Resepsi 100 Tahun Gontor
Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur

AKURAT JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara khidmat mencium mushaf Al-Qur’an di Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.

Mushaf itu diserahkan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal.

Momen emosional tersebut berlangsung dalam acara resepsi kesyukuran 100 tahun usia Pondok Modern Darussalam Gontor Sabtu (19/9/2026).

Baca Juga: Ryanald Jonathan Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jakarta Barat Periode 2025–2030

Prosesi penyerahan cendera mata berlangsung usai KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan sambutannya. Presiden Prabowo terlebih dahulu menerima serial buku bertajuk Gontor untuk Indonesia yang terdiri atas beberapa jilid.

Setelahnya, Presiden menerima mushaf Al-Qur’an Gontor berbingkai beludru cokelat. Prabowo sempat menatap mushaf tersebut selama beberapa saat sebelum menciumnya dengan penuh rasa hormat di hadapan ribuan tamu undangan.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal menjelaskan, penyerahan mushaf tersebut menandai peresmian Al-Qur'an hasil karya mandiri para santri dan ustaz Gontor.

"Kami hanya bisa menyampaikan, buku hadiah Gontor untuk Indonesia, sekaligus meresmikan mushaf Gontor. Dicetak santri Gontor, diterbitkan di percetakan Gontor, dibagikan kepada anak-anak Gontor, serta dihadiahkan kepada bapak dan anak-anak Indonesia," ujar KH Hasan.

Ia juga berharap momen satu abad ini semakin mempererat kolaborasi antara lembaga pendidikan pesantren dan pemerintah.

"Mudah-mudahan kami dan negara Indonesia serta bangsa Indonesia tetap bekerja sama," ungkapnya.

Mushaf Al-Qur’an Gontor memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi mushaf pertama yang ditulis langsung oleh jajaran ustaz dan santri sebuah pesantren mengikuti Standar Indonesia hingga tahap pencetakan.

Proyek penulisan mushaf ini telah berjalan sejak tahun 2023 dan memakan waktu hampir tiga tahun. Seluruh proses penulisan telah melalui tahap tashih (verifikasi kelayakan dan keabsahan bacaan) oleh pihak berwenang sebelum resmi dicetak. Pada tahap awal, mushaf ini dicetak secara perdana sebanyak 2.000 eksemplar.

Sementara itu, buku Gontor untuk Indonesia yang turut diserahkan kepada Presiden berisi rekam jejak, sejarah, serta kontribusi sistem pendidikan Pondok Modern Gontor selama satu abad dalam melahirkan tokoh-tokoh bangsa di pelbagai bidang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y