Jakarta

Sebanyak 53 Publikasi Ilmiah Selama S3, Mahasiswa UMY Ini Punya Cara Berbeda Menikmati Menulis

Anggerhana Denni Rahmawati | 20 September 2026, 09:30 WIB
Sebanyak 53 Publikasi Ilmiah Selama S3, Mahasiswa UMY Ini Punya Cara Berbeda Menikmati Menulis
Muhammad Younus mahasiswa asal Pakistan yang lulus S3 dengan 53 publikasi ilmiah. - www.umy.ac.id

AKURAT JAKARTA - Menghasilkan satu karya ilmiah saja bisa menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa.

Proses mencari data, menyusun penelitian, menulis naskah, hingga melewati proses publikasi membutuhkan waktu dan ketekunan.

Namun, Muhammad Younus justru mampu menghasilkan 53 publikasi ilmiah selama menjalani pendidikan doktoral di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Mahasiswa asal Pakistan tersebut menyelesaikan studi S3 Ilmu Pemerintahan dan dinobatkan sebagai wisudawan dengan publikasi terbaik pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (17/9/2026).

Ia mulai menempuh pendidikan di Indonesia sejak 2022.

Jumlah 53 publikasi menjadi bagian menarik dari perjalanan akademiknya.

Sebab, Younus tidak memandang publikasi hanya sebagai tugas yang harus dituntaskan agar bisa memperoleh gelar doktor.

Justru, ia menemukan kepuasan ketika hasil pemikirannya dapat dibaca orang lain.

“Bagi saya, publikasi bukan hanya sebuah persyaratan. Ketika tulisan kita dipublikasikan, orang bisa membaca, mengunduh, bahkan memberikan apresiasi. Jadi, kalau kita menikmati prosesnya dan membuat kegiatan menulis itu menyenangkan, publikasi akan lebih mudah dicapai,” ujar Younous, dilansir situs UMY, Minggu (20/9/2026).

Berawal dari Pengalaman Saat S2

Baca Juga: Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Kelas 3 SD, Guru Bisa Ikut Pelatihan Gratis

Kebiasaan tersebut ternyata tidak muncul secara tiba-tiba ketika Younus masuk program doktoral.

Ketertarikannya terhadap publikasi telah tumbuh sejak menjalani studi S2.

Saat itu, ia memperoleh pelatihan dari profesor pembimbing mengenai teknik menulis artikel, proses publikasi, hingga penggunaan perangkat lunak untuk mendukung penelitian.

Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia melanjutkan pendidikan S3 di UMY.

Pengetahuan mengenai proses penulisan membuat publikasi tidak lagi menjadi sesuatu yang sepenuhnya asing baginya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.