CFD Dua Kali Sepekan di Jakarta Perlu Dikaji, Emisi hingga UMKM Jadi Pertimbangan

AKURAT JAKARTA - Rencana penerapan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta sebanyak dua kali dalam seminggu perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap aktivitas warga.
Selain bertujuan menekan polusi udara, kebijakan ini berpotensi memengaruhi mobilitas pekerja, kegiatan usaha, hingga distribusi barang, terutama jika diberlakukan pada hari Sabtu.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, meminta pemerintah melakukan uji coba sebelum menerapkan kebijakan tersebut secara luas.
Menurutnya, pengujian diperlukan untuk mengetahui dampak nyata CFD terhadap emisi, kemacetan, aktivitas UMKM, pekerja, dan akses logistik.
"Prinsipnya saya mendukung setiap upaya untuk menurunkan emisi dan membuat Jakarta lebih sehat," kata Wibi, dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Namun, ia mengingatkan agar rencana penambahan hari CFD tidak dilakukan secara terburu-buru.
Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat pada akhir pekan, khususnya Sabtu, perlu menjadi pertimbangan sebelum kebijakan diterapkan.
Kemacetan Berpotensi Berpindah ke Jalan Lain
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam rencana CFD dua kali sepekan adalah kemungkinan perubahan arus lalu lintas.
Penutupan jalan untuk kendaraan bermotor berpotensi membuat pengendara mencari jalur alternatif.
Baca Juga: Skor Sains Indonesia 389, Mayoritas Siswa Belum Capai Level Dasar PISA
Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi tersebut dikhawatirkan memindahkan kepadatan kendaraan ke ruas jalan lain.
Dampaknya bukan hanya dirasakan pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga pekerja dan masyarakat yang bergantung pada akses jalan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Wibi menilai kebijakan pengurangan polusi seharusnya tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat.
"Jangan sampai niatnya mengurangi polusi, tapi justru memindahkan kemacetan ke jalan lain dan menambah beban masyarakat," ujarnya.
Karena itu, ia mengusulkan agar CFD dua kali seminggu diuji coba secara terbatas dalam periode tertentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 4Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol
- 5Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 6Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Namibia vs Republik Kongo di Kualifikasi Piala Afrika, 24 September 2026: Duel Sengit di Botswana
- 8Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di UNL, 25 September 2026: Erling Haaland Berpeluang Putus Dominasi Tim Tamu
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





