Jakarta

Blue Fire Gunung Papandayan Muncul, Bahaya Gas Kawah Perlu Diwaspadai

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 September 2026, 18:00 WIB
Blue Fire Gunung Papandayan Muncul, Bahaya Gas Kawah Perlu Diwaspadai
Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan.

AKURAT JAKARTA - Kemunculan Blue Fire di Gunung Papandayan, Jawa Barat, menarik perhatian karena menghadirkan nyala api berwarna biru hingga keunguan di kawasan kawah.

Namun, di balik fenomena alam yang terlihat memikat tersebut, terdapat risiko yang perlu diperhatikan wisatawan, terutama paparan gas vulkanik.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa keindahan kawasan gunung berapi tidak selalu menandakan kondisi yang aman.

Nyala api biru justru berkaitan dengan pembakaran gas yang keluar dari kawasan kawah.

Blue Fire Berubah dalam Sehari

Pada 23 September 2026, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengamati nyala berwarna biru keunguan di beberapa titik Gunung Papandayan.

Sehari kemudian, pada 24 September, nyala api tersebut terlihat lebih sedikit dan cenderung berwarna biru keputihan.

Blue Fire bukanlah lava yang berubah warna menjadi biru.

Fenomena ini berkaitan dengan pembakaran gas dan belerang yang keluar dari kawasan kawah.

Nyala api biasanya terlihat lebih jelas pada malam hari karena minimnya cahaya di sekitarnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit

Perubahan tersebut juga menjadi perhatian karena kondisi kawah Papandayan mengalami perkembangan dalam beberapa waktu terakhir.

Badan Geologi mencatat bahwa sejak 2025, bukaan Kawah Manuk cenderung menyempit dan asap yang terlihat di permukaan berkurang.

Salah satu kemungkinan yang sedang dikaji adalah perubahan jalur keluarnya gas panas.

Gas tersebut diduga mencari celah lain untuk keluar melalui rekahan atau bagian tertentu di dinding kawah.

Namun, dugaan itu masih memerlukan pengamatan lebih lanjut dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya Blue Fire.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.