Jakarta

Mahasiswa UNS Asal Nigeria Ini Belajar Arti Peduli dari Pertanyaan Sederhana Warga Solo

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 September 2026, 20:30 WIB
Mahasiswa UNS Asal Nigeria Ini Belajar Arti Peduli dari Pertanyaan Sederhana Warga Solo
Mustapha Abolore Abdulwahab, mahasiswa UNS asal Nigeria. - UNS

AKURAT JAKARTA - Bagi Mustapha Abolore Abdulwahab, menjalani kuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) bukan sekadar perjalanan untuk mendapatkan gelar.

Mahasiswa asal Nigeria itu justru menemukan pengalaman budaya yang membuatnya melihat kebiasaan masyarakat Solo dari sudut pandang berbeda.

Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika ia baru tiba di Indonesia.

Setiap kali keluar dari tempat tinggalnya, Mustapha kerap mendapat pertanyaan sederhana dari orang-orang di sekitarnya.

“Mas, mau ke mana?” menjadi pertanyaan yang sering ia dengar dari satpam, ibu kos, hingga tukang parkir.

Dalam bahasa Jawa, ia juga mengenal bentuk yang lebih halus, “Badhe tindak pundi?”

Bagi Mustapha, kebiasaan tersebut awalnya terasa asing.

Ia bahkan sempat mengira pertanyaan yang berulang itu sebagai bentuk interogasi.

“Bapak, Ibu, di negara saya, kalau banyak orang bertanya berulang-ulang ke mana Anda pergi, biasanya Anda sedang dalam masalah. Padahal saya hanya mau beli air,” tuturnya dalam sambutan wisuda.

Namun, pengalaman tinggal di Solo perlahan mengubah pandangannya.

Baca Juga: MagangHub Batch 3 Dibuka Oktober 2026, 70 Ribu Lebih Kuota Khusus Perusahaan Swasta

Mustapha menyadari bahwa pertanyaan tersebut bukan bertujuan mencampuri urusannya, melainkan menjadi cara masyarakat menunjukkan perhatian kepada orang di sekitarnya.

“Lama-lama saya mengerti: itu bukan interogasi. Itu cara orang di sini berkata, saya peduli kepada Anda,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Mustapha selama menempuh pendidikan di Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNS.

Ia tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga beradaptasi dengan budaya, membangun pertemanan, dan mengenal kehidupan masyarakat di Solo.

Menariknya, Mustapha bahkan mampu menggunakan bahasa Jawa dalam sambutannya. Ia membuka pidato dengan kalimat, “Kok iso tekan kene, ya?” yang menggambarkan rasa tidak percaya sekaligus syukur karena berhasil sampai pada tahap wisuda.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.