Jakarta

Indonesia Borong 61 Medali IMSO 2026, tetapi Ada Catatan Penting soal Pemahaman Sains Siswa

Anggerhana Denni Rahmawati | 9 Oktober 2026, 19:15 WIB
Indonesia Borong 61 Medali IMSO 2026, tetapi Ada Catatan Penting soal Pemahaman Sains Siswa
Indonesia raih 61 medali IMSO. - Instagram @kemendikdasmen

AKURAT JAKARTA - Indonesia berhasil meraih 61 medali dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 2026.

Prestasi ini menunjukkan kemampuan siswa sekolah dasar Indonesia bersaing di tingkat internasional.

Namun, di balik deretan medali tersebut, terdapat catatan akademik yang penting: pemahaman konsep sains dan penerapannya masih perlu diperkuat.

IMSO 2026 berlangsung pada 2–7 Oktober 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, Jawa Barat.

Indonesia menjadi tuan rumah ajang yang mempertemukan siswa-siswa berbakat dari berbagai negara tersebut.

Dari total 61 medali, tim Indonesia meraih 6 emas, 27 perak, dan 28 perunggu.

Rinciannya, bidang sains menyumbang 2 emas, 14 perak, dan 14 perunggu.

Sementara itu, bidang matematika menghasilkan 4 emas, 13 perak, dan 14 perunggu.

Capaian ini patut diapresiasi.

Namun, hasil evaluasi akademik IMSO juga memberikan gambaran bahwa prestasi kompetisi perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pembelajaran.

Baca Juga: Transit 6 Jam Tak Harus Membosankan, Thailand Ubah Penumpang Pesawat Jadi Calon Wisatawan

Medali banyak, pemahaman konsep masih perlu diperdalam

Komite Akademik Bidang Sains menilai para peserta secara umum memiliki pemahaman yang baik terhadap konsep sains.

Meski demikian, sejumlah kekeliruan masih ditemukan dalam materi penyajian grafik, gravitasi dan percepatan, arus serta hambatan listrik, penguapan dan kondensasi, hingga perbedaan unsur, senyawa, dan campuran.

Catatan lainnya muncul dalam tes eksperimen.

Komite mengapresiasi kemampuan komunikasi dan kerja sama tim peserta, tetapi sebagian siswa dinilai masih lebih mengandalkan pengamatan daripada menerapkan konsep ilmiah untuk menjelaskan hasil yang ditemukan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.