Tiru Sistem Sekolah di Jepang, Lebih dari 60 Dapur MBG Ikut Uji Coba Skema Prasmanan

AKURAT JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memulai uji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026.
Langkah inovatif ini diambil untuk memastikan para siswa sebagai penerima manfaat dapat menikmati hidangan dalam kondisi yang lebih hangat, segar, dan berkualitas tinggi.
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan untuk melihat efektivitas penyajian sekaligus menjaga kualitas nutrisi makanan. Melalui skema baru ini, makanan tidak lagi dibagikan dalam porsi individual yang tertutup, melainkan disajikan secara prasmanan langsung di dalam ruang kelas.
Baca Juga: Ini Makna Filosofi "Terus Bergerak, Semakin Berdampak" di HUT ke-394 Kabupaten Tangerang
Meniru Sistem Dapur Sekolah di Jepang
Model prasmanan ini mengadopsi sistem penyediaan makan sekolah berbasis central kitchen yang sukses diterapkan di Jepang.
Dengan metode ini, makanan tetap diproduksi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lalu dikirim ke sekolah dalam kondisi prima untuk langsung disajikan.
“Di tanggal 5 Oktober kita sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Jadi, makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas,” ujar Sudaryono.
Pangkas Jeda Waktu Masak dan Konsumsi
Salah satu tantangan utama dalam program MBG massal adalah menjaga suhu dan kesegaran makanan. Sistem prasmanan ini dinilai menjadi solusi strategis untuk memperpendek jeda waktu antara proses memasak di dapur SPPG hingga siap santap di meja makan siswa.
Meski uji coba yang melibatkan lebih dari 60 dapur SPPG di berbagai daerah ini berjalan positif, BGN menegaskan bahwa sistem prasmanan tidak serta-merta langsung diterapkan di seluruh sekolah.
BGN saat ini masih melakukan evaluasi menyeluruh secara berkala. Evaluasi ini penting untuk melihat kesiapan logistik dan operasional sebelum memutuskan apakah skema prasmanan ramah anak ini dapat diimplementasikan secara lebih luas di seluruh Indonesia.
BGN berharap sistem itu membuat makanan yang diterima siswa menjadi lebih segar dan tetap hangat ketika disantap.
“Kita harapkan satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Yang kedua, tentu saja lebih segar karena tidak ada delay waktu,” ujar Sudaryono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah Die Roten Bullen Melanjutkan Pesta Gol?
- 4Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor RC Lens vs Sporting CP di UCL, 13 Oktober 2026: Rekor Kandang Les Sang et Or Diuji The Lions
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha di UCL, 13 Oktober 2026: Mampukah Rekor Kandang Tuan Rumah Menjadi Pembeda?
- 8Prediksi Skor Villarreal vs Napoli di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah El Submarino Amarillo Menghentikan Kebangkitan Partenopei?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







