Jakarta

Gawat! BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla Sudah Melintasi Jakarta, Banten dan Jawa Barat

Laode Akbar | 16 Oktober 2026, 14:34 WIB
Gawat! BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla Sudah Melintasi Jakarta, Banten dan Jawa Barat
Citra sebaran asap wilayah Indonesia 16 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. (Dok. BMKG)

AKURAT JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap telah melintasi wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat berdasarkan citra satelit pada Jumat (16/10/2026).

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengatakan hasil deliniasi citra sebaran asap yang dirilis BMKG pada pukul 10.00 WIB menunjukkan asap telah terdeteksi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

"Dari citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG jam 10.00 tadi, hasil deliniasi terdeteksi asap yang sudah masuk ke wilayah Banten, maupun Jawa Barat, ataupun di Jakarta sendiri," kata Guswanto kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse di Ligue 1, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Hentikan Dominasi Les Violets?

Ia menjelaskan, citra satelit menunjukkan adanya dua kelompok sebaran asap. Kelompok pertama berasal dari wilayah Merauke atau Papua Selatan, dengan jangkauan yang terdeteksi hingga Maluku.

Sementara itu, kelompok sebaran asap lainnya berada di sekitar wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Berdasarkan citra yang diamatinya, sebaran kelompok ini juga terdeteksi mencapai sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Guswanto menjelaskan, arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau pergerakan sebaran asap di wilayah Indonesia.

Meski demikian, terdeteksinya asap di wilayah Jakarta belum serta-merta menunjukkan bahwa kualitas udara di permukaan ibu kota telah memburuk.

Baca Juga: Jetour T2 i-DM Hadir Bawa Panoramic Sunroof Ekstra Besar dan Pintu Bagasi Swing Praktis, Menawarkan Kepraktisan Tinggi serta Desain Modern

Menurut Guswanto, perlu pemantauan lebih lanjut untuk memastikan apakah konsentrasi partikel di permukaan meningkat atau asap tersebut masih berada di lapisan atmosfer atas.

"Sehingga perlu dipantau terus, apakah konsentrasi yang di Jakarta ini benar-benar meningkat di permukaan, atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas," ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan sebaran asap juga dapat dipantau melalui jumlah titik panas atau hotspot di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Jika jumlah titik panas meningkat, kondisi tersebut perlu dicermati untuk mengetahui perkembangan kebakaran dan potensi sebaran asap.

Sebaliknya, penurunan jumlah titik panas dapat menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam pemantauan.

Baca Juga: Kerahkan 60.000 Personel, Indonesia Terima Bantuan Asing Akibat Tantangan Cuaca Karhutla

Guswanto menambahkan, berdasarkan pengamatannya terhadap citra satelit, sebaran asap tersebut baru terdeteksi pada hari ini. Ia menyebut pantauan pada sore sebelumnya belum menunjukkan temuan serupa.

"Kalau saya lihat baru dari seluruh citra satelit baru hari ini. Kemarin sore juga belum," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.