Jakarta

Asap Karhutla Terdeteksi Masuk Udara Jakarta, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Kenakan Masker

Laode Akbar | 16 Oktober 2026, 15:39 WIB
Asap Karhutla Terdeteksi Masuk Udara Jakarta, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Kenakan Masker
Ilustrasi - Polusi udara di Jakarta

AKURAT JAKARTA – Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul terdeteksinya sebaran asap yang melintasi wilayah DKI Jakarta.

Ia juga menyarankan masyarakat memantau kualitas udara, khususnya konsentrasi partikel halus PM2.5, untuk mengetahui tingkat paparan polutan di lingkungan sekitar.

Guswanto menjelaskan, keberadaan asap yang terdeteksi melalui citra satelit belum cukup untuk memastikan bahwa kualitas udara di permukaan Jakarta ikut memburuk.

Baca Juga: Gawat! BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla Sudah Melintasi Jakarta, Banten dan Jawa Barat

Menurutnya, perlu diketahui apakah konsentrasi partikel di permukaan meningkat atau asap masih melintas di lapisan atmosfer atas.

"Yang paling penting itu menentukan risiko kesehatan adalah dengan melihat data kualitas udaranya, PM2.5 atau air quality saat itu," kata Guswanto kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Ia meminta masyarakat memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Apabila kualitas udara menunjukkan kondisi buruk, masyarakat disarankan mengurangi paparan dengan membatasi kegiatan di luar ruangan.

Guswanto juga menyarankan penggunaan masker yang memiliki kemampuan menyaring partikel udara, seperti KN95, KF94, atau N95, ketika kondisi kualitas udara memburuk.

"Kalau kelihatan udaranya jelek, ya paling tidak kita kalau aktivitas di luar rumah menggunakan masker, baik yang KN95, KF94, atau N95, itu lebih efektif untuk menyaring partikel udara," ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?

Selain penggunaan masker, masyarakat yang biasa berolahraga di luar ruangan juga diminta mempertimbangkan untuk mengurangi aktivitas tersebut sementara waktu.

Ia menyarankan masyarakat beralih ke aktivitas olahraga di dalam ruangan, seperti di pusat kebugaran, apabila kualitas udara di luar sedang tidak baik.

"Kalau olahraga, nge-gym aja di gym, tidak usah lari atau apa di luar ruangan," tutur Guswanto.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perkembangan risiko paparan asap dapat dipantau melalui data kualitas udara dan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah terdampak karhutla.

Menurut Guswanto, peningkatan nilai kualitas udara yang menunjukkan kondisi semakin buruk perlu dicermati karena dapat mengindikasikan paparan polutan yang lebih tinggi.

Sebaliknya, apabila kualitas udara masih baik, perlu dilihat lebih lanjut apakah asap yang terdeteksi melalui citra satelit hanya berada di lapisan atmosfer atas.

Baca Juga: Jetour T2 i-DM Hadir Bawa Panoramic Sunroof Ekstra Besar dan Pintu Bagasi Swing Praktis, Menawarkan Kepraktisan Tinggi serta Desain Modern

Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya mengandalkan tampilan sebaran asap dari citra satelit, tetapi juga memperhatikan data kualitas udara aktual untuk menentukan langkah pencegahan.

"Sehingga perlu dipantau terus, apakah konsentrasi yang di Jakarta ini benar-benar meningkat di permukaan, atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.