Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Bagaimana Nasib Siswa yang Tertinggal Pelajaran?

AKURAT JAKARTA - Kenaikan kelas bukan sekadar perpindahan siswa dari satu tingkat pendidikan ke tingkat berikutnya.
Di balik keputusan tersebut, ada kemampuan akademik, perkembangan karakter, dan kesiapan siswa untuk menghadapi materi pelajaran yang semakin sulit.
Karena itu, kebijakan tidak naik kelas secara otomatis yang direncanakan mulai tahun ajaran 2027/2028 menjadi perhatian bagi sekolah, guru, siswa, dan orang tua.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan aturan mengenai mekanisme kenaikan kelas yang tidak lagi dilakukan secara otomatis.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong peserta didik lebih serius dalam belajar sekaligus membangun karakter dan mental yang kuat.
Mu’ti menyampaikan bahwa kebijakan tersebut direncanakan mulai berlaku pada tahun ajaran 2027/2028.
Saat ini, pemerintah masih menyusun rancangan peraturan menteri dan petunjuk teknis sebagai pedoman pelaksanaannya di sekolah.
" Sekarang ini kami sudah melakukan proses pengkajian dan insya Allah tahun ajaran baru 2027/2028 akan mulai diberlakukan," kata Mu’ti di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Siswa yang tertinggal pelajaran menjadi perhatian
Salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam kebijakan ini adalah nasib siswa yang belum menguasai materi pelajaran dengan baik.
Baca Juga: Selama 59 Tahun Tertutup karena Ancaman Keamanan, Jalur Gunung di Seoul Kini Dibuka untuk Umum
Jika kenaikan kelas tidak lagi berlangsung secara otomatis, sekolah perlu memiliki cara yang tepat untuk mengidentifikasi kesulitan belajar dan menentukan langkah pendampingan bagi siswa.
Penilaian pun tidak cukup hanya berpatokan pada angka rapor.
Pemerintah menginginkan mekanisme kenaikan kelas turut mempertimbangkan perkembangan karakter peserta didik.
Dengan demikian, kemampuan akademik dan pembentukan sikap diharapkan dapat berjalan beriringan.
Namun, penerapannya membutuhkan pedoman yang jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






