Jakarta

Riset EF EPI 2023: Kecakapan Berbahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Peringkat 74 dari 113 Negara, Kenapa?

Ani Nur Iqrimah | 30 November 2023, 13:52 WIB
Riset EF EPI 2023: Kecakapan Berbahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Peringkat 74 dari 113 Negara, Kenapa?

AKURAT.CO Indonesia, dalam persiapan untuk mewujudkan visi "Indonesia Emas," telah mengidentifikasi kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu kunci penting yang akan membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih cemerlang.

EF Education First (EF), lembaga pendidikan global terkemuka, dengan bangga mengumumkan peluncuran Indeks Kemahiran Bahasa Inggris EF 2023 (EF EPI 2023).

Sebuah tonggak bersejarah dalam pemantauan kemampuan bahasa global, EF EPI 2023 melibatkan 2,2 juta peserta tes dari 113 negara dan wilayah, memberikan pandangan mendalam tentang tingkat kemahiran bahasa Inggris di seluruh dunia.

Baca Juga: Mau Nonton Konser Musik 11 Hari Berturut-turut? Hanya di Big Bang Festival 2023,  Harga Tiketnya Murah Banget, Ada Pameran Cuci Gudang Juga

Dari total peserta tes, sekitar 55% adalah perempuan, dengan rentang usia peserta antara 18 hingga 60 tahun, dan rata-rata usia 26 tahun.

EF EPI 2023 adalah sebuah pencapaian signifikan dalam pemahaman global tentang kemampuan bahasa Inggris, memberikan wawasan yang dapat diandalkan untuk berbagai pemangku kepentingan.

EF Set, tes bahasa Inggris berstandar dunia pertama yang bersifat gratis, memainkan peran kunci dalam inisiatif ini.

Baca Juga: Reformasi Pendidikan: Sebuah Perayaan Kemitraan Australia-Indonesia

Dengan keyakinan bahwa tes berkualitas tidak harus mahal atau merepotkan, EF Set memungkinkan pengguna mengukur kemampuan bahasa Inggris mereka secara gratis, di mana saja, kapan saja, selama memiliki akses internet.

Penggunaan Hasil Tes EF EPI

Hasil tes EF EPI telah diakui dan digunakan oleh sumber informasi terkemuka seperti New York Times, The Economist, dan World Economic Forum.

Baca Juga: Sore Ini, SoundioEIC Ramaikan Jakarta dengan Konser Gratis di Anjungan Sarinah

LinkedIn juga mempercayai hasil EF EPI sebagai bukti yang dapat diverifikasi terkait tingkat kemampuan bahasa yang diakui oleh perusahaan.

Lembaga pemerintah dan kementerian juga mempercayai EF untuk melakukan audit tingkat bahasa. Selain itu, EF EPI sering dikutip sebagai latar belakang dalam penelitian oleh para ahli di universitas terkemuka di seluruh dunia.

Posisi Indonesia dalam EF EPI 2023

Baca Juga: Gratis! Konser Rizky Febian dan Jaz Hayat di Jakarta Akhir Pekan Ini, Cek Jadwalnya di Sini

Menurut EF EPI 2023, Indonesia saat ini berada di peringkat 79 dari 113 negara dengan tingkat kemahiran bahasa Inggris yang masih di kategori rendah.

Dengan skor 469, Indonesia berupaya untuk memperbaiki kemampuan bahasa Inggrisnya agar dapat bersaing lebih baik di tingkat global.

Data menunjukkan bahwa Jawa menjadi wilayah dengan kecakapan tertinggi, sementara Papua menunjukkan kecakapan paling rendah. Jakarta dan Surabaya muncul sebagai kota dengan kecakapan bahasa Inggris paling tinggi.

Baca Juga: Sepatu Docmart Hasil Curian Dijual di Medsos, Diciduk Polisi dengan Cara COD

Emma Walton, selaku EF Director of Academic Affairs, berkomentar, "Dengan Indeks Kemahiran Bahasa Inggris EF 2023, kami berharap memberikan pandangan yang komprehensif tentang kondisi kemahiran bahasa Inggris di seluruh dunia. Indonesia, meskipun di peringkat 79, menunjukkan tren positif yang menggembirakan."

Yunita, selaku Academic Operations Manager EF for Adults Indonesia, mengidentifikasi beberapa tantangan utama yang dihadapi Indonesia dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di seluruh lapisan masyarakat, termasuk akses pembelajaran yang tidak merata dan kualitas pengajaran yang tidak seimbang di berbagai daerah.

Keterkaitan Kemahiran Bahasa dengan Pembangunan Nasional

Baca Juga: Hari Kedua Kampanye, TKD DKI untuk Prabowo-Gibran Bagi-bagi Nasi Kotak dan Susu ke Warga Pegangsaan Menteng

Dalam konteks nasional, langkah positif telah diambil oleh pemerintah Indonesia, dengan peningkatan anggaran pendidikan hampir 20% dalam anggaran nasional tahun 2024.

Dukungan ini mencakup infrastruktur sekolah, beasiswa, peningkatan kualitas lembaga pendidikan tinggi, dan penguatan riset dan inovasi. Kemahiran bahasa Inggris dianggap sebagai elemen krusial dalam persiapan menghadapi Era Emas Indonesia pada tahun 2045.

Emma Walton menyajikan serangkaian rekomendasi berdasarkan temuan EF EPI. Untuk perusahaan, dia menyarankan penetapan tujuan realistis, pengujian anggota tenaga kerja, dan pelatihan karyawan sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Ketum PITI Ipong Hembing Putra Menangkan Gugatan Merek Logo PITI di PN Jakpus

Bagi pemerintah, Emma Walton menekankan perlunya menetapkan tingkat kemahiran minimal untuk pengajar bahasa Inggris, serta memberikan akses kepada orang dewasa untuk program pembelajaran.

Dessi sebagai HR Specialist menyoroti bahwa penguasaan bahasa Inggris dapat memberikan nilai lebih dan membuka kesempatan yang lebih luas, tetapi tetap penting untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Dalam konteks ini, pendidikan berperan sebagai pembawa nilai dan pemahaman, bukan sebagai alat untuk menggantikan nilai-nilai budaya lokal.

Baca Juga: GRATIS! Nonton Konser Feel Koplo Sambil Berburu Kuliner di RANS NUSANTARA Hebat, Cek Tanggal dan Lokasinya di Sini

Pentingnya Kemahiran Bahasa Inggris dalam Konteks Global

Kemampuan berbahasa Inggris memiliki dampak langsung pada daya saing ekonomi, perkembangan sosial, dan inovasi.

Negara-negara dengan tingkat kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi cenderung memiliki pendapatan rata-rata yang lebih tinggi, kualitas hidup yang lebih baik, dan investasi dalam riset dan pengembangan.

Baca Juga: Jalankan Program Transformasi 5.0 Sejak 2021, Bank DKI Torehkan Sejumlah Hasil Positif

Dalam beberapa dekade terakhir, korelasi yang konsisten ditemukan antara kemampuan bahasa Inggris dan indikator ekonomi seperti Produk Domestik Bruto.

Bahasa Inggris telah menjadi keterampilan fundamental dalam membentuk tenaga kerja modern, memfasilitasi perdagangan internasional, dan meningkatkan daya saing.

EF Director of Academic Affairs, Emma Walton, memberikan rekomendasi kepada individu untuk mempersiapkan diri sejak dini.

Baca Juga: Dua Spesialis Curanmor di Jaksel Diamankan Polisi, Satu Pelaku Ditangkap Saat Sedang Beraksi

Ia juga menekankan pentingnya belajar bahasa Inggris setiap hari, menetapkan tujuan spesifik, dan meningkatkan keterampilan berbicara, termasuk membaca buku dengan suara keras.

Dalam tanggapannya terkait dengan pertanyaan tentang bagaimana pemuda Indonesia dapat memanfaatkan keunggulan bahasa Inggris, Ananda Soebandono selaku Marketing Manager/Influencer menyoroti beberapa langkah kunci.

Diantaranya adalah mendapatkan pendidikan berkualitas dalam bahasa Inggris, mencari karier internasional, terlibat dalam kewirausahaan global, diplomasi, organisasi non-pemerintah, serta media dan jurnalisme internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.