Dari Hutan Terbakar hingga Sumur Jadi Asin, Begini Efek Domino Karhutla di Raja Ampat

AKURAT JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Dayan Bonder, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, tidak hanya mengancam kelestarian alam.
Bencana tersebut juga mengganggu kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dan kebutuhan sehari-hari pada kondisi lingkungan sekitar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 7,2 hektare pada awal September 2026.
Kebakaran pertama terdeteksi pada 2 September sekitar pukul 03.00 WIT, kemudian kembali muncul di sejumlah titik pada akhir bulan yang sama.
Dampaknya terasa di berbagai sektor.
Pelaku usaha penginapan kehilangan tamu, warga kesulitan mendapatkan air bersih, sementara petani menghadapi kerusakan tanaman akibat kekeringan berkepanjangan.
Karhutla Membuat Penghasilan Pelaku Wisata Tersendat
Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada pariwisata, kedatangan wisatawan bukan sekadar aktivitas liburan, melainkan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Situasi ini dirasakan Ketsya Kolomsusu, pemilik Batanta Paradise Homestay.
Ia mengatakan wisatawan membatalkan kunjungan setelah mengetahui kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut.
Baca Juga: Bukan Sekadar Aturan Berpakaian, Wisatawan ke Candi Arjuna Dieng Diajak Belajar Menghormati Budaya
"Untuk aktivitas wisata di laut memang tidak terganggu dengan asap kebakaran. Tapi, untuk tamu di homestay sudah tidak ada lagi selama satu bulan ini," kata Ketsya, dikutip dari Antara, Rabu (21/10).
Ketsya berharap wisatawan kembali berkunjung agar usaha penginapan keluarganya dapat terus berjalan. "Kami sangat butuh tamu," tambahnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana persepsi mengenai keamanan suatu destinasi dapat memengaruhi keputusan wisatawan.
Meskipun aktivitas wisata laut disebut tidak terganggu oleh asap, kabar kebakaran tetap bisa membuat calon pengunjung memilih membatalkan perjalanan.
Bagi usaha kecil seperti homestay keluarga, kehilangan tamu selama berminggu-minggu dapat berarti berkurangnya pemasukan tanpa kepastian kapan keadaan kembali normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Bodo/Glimt di UCL, 21 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Tengah Ancaman Kejutan Tim Norwegia
- 8Prediksi Skor FC Porto vs PSV Eindhoven di UCL, 21 Oktober 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






