Jakarta

Dari Hutan Terbakar hingga Sumur Jadi Asin, Begini Efek Domino Karhutla di Raja Ampat

Anggerhana Denni Rahmawati | 21 Oktober 2026, 16:15 WIB
Dari Hutan Terbakar hingga Sumur Jadi Asin, Begini Efek Domino Karhutla di Raja Ampat
Karhutla Raja Ampat bukan cuma merusak hutan tapi enghasilan warga juga ikut terancam. - ANTARA

AKURAT JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Dayan Bonder, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, tidak hanya mengancam kelestarian alam.

Bencana tersebut juga mengganggu kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dan kebutuhan sehari-hari pada kondisi lingkungan sekitar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 7,2 hektare pada awal September 2026.

Kebakaran pertama terdeteksi pada 2 September sekitar pukul 03.00 WIT, kemudian kembali muncul di sejumlah titik pada akhir bulan yang sama.

Dampaknya terasa di berbagai sektor.

Pelaku usaha penginapan kehilangan tamu, warga kesulitan mendapatkan air bersih, sementara petani menghadapi kerusakan tanaman akibat kekeringan berkepanjangan.

Karhutla Membuat Penghasilan Pelaku Wisata Tersendat

Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada pariwisata, kedatangan wisatawan bukan sekadar aktivitas liburan, melainkan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Situasi ini dirasakan Ketsya Kolomsusu, pemilik Batanta Paradise Homestay.

Ia mengatakan wisatawan membatalkan kunjungan setelah mengetahui kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bukan Sekadar Aturan Berpakaian, Wisatawan ke Candi Arjuna Dieng Diajak Belajar Menghormati Budaya

"Untuk aktivitas wisata di laut memang tidak terganggu dengan asap kebakaran. Tapi, untuk tamu di homestay sudah tidak ada lagi selama satu bulan ini," kata Ketsya, dikutip dari Antara, Rabu (21/10).

Ketsya berharap wisatawan kembali berkunjung agar usaha penginapan keluarganya dapat terus berjalan. "Kami sangat butuh tamu," tambahnya.

Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana persepsi mengenai keamanan suatu destinasi dapat memengaruhi keputusan wisatawan.

Meskipun aktivitas wisata laut disebut tidak terganggu oleh asap, kabar kebakaran tetap bisa membuat calon pengunjung memilih membatalkan perjalanan.

Bagi usaha kecil seperti homestay keluarga, kehilangan tamu selama berminggu-minggu dapat berarti berkurangnya pemasukan tanpa kepastian kapan keadaan kembali normal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.