Jakarta

Jangan Lewatkan Fenomena Hunters Moon 26 Oktober, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

Yusuf Doank | 25 Oktober 2026, 17:57 WIB
Jangan Lewatkan Fenomena Hunters Moon 26 Oktober, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya
Ilustrasi Fenomena Hunters Moon

AKURAT JAKARTA - BMKG menginfokan masyarakat dapat menyaksikan fenomena alam bulan purnama Hunters Moon atau Bulan Pemburu yang diprediksi terjadi pada Senin, 26 Oktober 2026 malam.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menjelaskan bahwa Hunters Moon merupakan sebutan tradisional untuk fase bulan purnama yang muncul tepat setelah Harvest Moon, biasanya pada bulan Oktober.

"Fenomena Hunters Moon tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama biasa, tetapi memiliki latar belakang budaya dan karakteristik yang unik," kata Teguh Rahayu di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Baca Juga: Fenomena Blue Fire Muncul di Kawah Gunung Papandayan, Kunjungan Wisatawan Anjlok

Istilah Hunters Moon berasal dari tradisi kalender penduduk asli Amerika dan pemukim awal di Eropa. Secara historis, momentum ini dimanfaatkan untuk berburu persediaan makanan sebelum memasuki musim dingin.

Cahaya bulan yang sangat terang memudahkan para pemburu melacak hewan yang berkeliaran di area bekas ladang panen.

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Bulan mulai terbit dari arah timur pada pukul 17.53 WIB. Namun, pengamatan pada waktu tersebut diprediksi masih agak sulit karena posisi Bulan yang masih dekat dengan garis horizon serta terhalang gedung-gedung tinggi.

Bulan akan mencapai titik resminya di puncak tertinggi pada pukul 23.58 WIB dan kembali terbenam pada keesokan harinya pukul 05.10 WIB.

"Waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah saat posisi Bulan sudah berada cukup tinggi di langit, yaitu mulai pukul 20.00 WIB. Fenomena Hunters Moon ini aman dilihat secara langsung dengan mata telanjang tanpa pelindung khusus," tuturnya.

Meski menawarkan keindahan visual, BMKG turut mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap mewaspadai potensi banjir pasang air laut (rob).

Penyelarasan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan dalam satu garis lurus memicu terjadinya pasang purnama (spring tide), yang membuat air laut naik lebih tinggi dan surut lebih rendah dibanding hari biasa.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y