Jakarta

Bukan Sekadar Healing, JCWV 2026 Ingin Menghidupkan Budaya dan Ekonomi Lokal

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Oktober 2026, 18:30 WIB
Bukan Sekadar Healing, JCWV 2026 Ingin Menghidupkan Budaya dan Ekonomi Lokal
Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Saat filosofi Jawa bertemu tren wellness modern. - https://jcwf.id/

AKURAT JAKARTA - Tren healing dan wellness kini tidak hanya berkaitan dengan liburan atau melepas penat.

Di Yogyakarta, konsep tersebut coba dikembangkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, yaitu dengan menghubungkan kesehatan, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Badan Promosi Pariwisata Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPPD DIY) akan menggelar Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta.

Memasuki penyelenggaraan keempat, festival ini mengusung tema “RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing.”

Alih-alih hanya menawarkan pengalaman relaksasi, JCWF 2026 membawa misi untuk menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ketika filosofi Jawa bertemu tren wellness

Ketua BPPD DIY, GKR Bendara, mengatakan bahwa filosofi Jawa memiliki keterkaitan erat dengan konsep kesejahteraan yang berkembang saat ini.

Nilai hamemayu hayuning bawana, sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, hingga semangat gotong royong menjadi landasan yang diangkat dalam festival tersebut.

"Budaya adalah ruh utama yang menghubungkan manusia dengan identitasnya,” kata GKR Bendara melalui keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Pendekatan ini membuat wellness tidak hanya dipahami sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran fisik atau menenangkan pikiran.

Baca Juga: Bank Jakarta dan None Jakarta Soroti Pentingnya Menjaga Kesehatan Finansial dan Fisik dalam JFF 2026

Kesejahteraan juga dikaitkan dengan hubungan manusia terhadap budaya, lingkungan, dan komunitas di sekitarnya.

Konsep tersebut diterjemahkan melalui lima Experience Zones, yakni Mind & Body, Healing & Therapy, Nature Connection, Creative Expression, dan Culinary Wellness.

Pengunjung dapat mengikuti kegiatan seperti Rise & Shine Yoga, Mat Pilates, lokakarya shibori, Eco-Cultural Art Therapy, serta talkshow mengenai kesehatan mental dan gaya hidup holistik.

Tradisi lokal juga mendapat ruang melalui edukasi peracikan jamu dan konsultasi keris.

Dengan rangkaian ini, budaya tidak hanya ditempatkan sebagai tontonan wisata, tetapi juga sebagai pengalaman yang dapat dipelajari dan dirasakan langsung.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.