Jakarta

Ini Sejarah Carok, Tradisi Mengerikan dari Madura

Ani Nur Iqrimah | 28 Januari 2024, 22:59 WIB
Ini Sejarah Carok, Tradisi Mengerikan dari Madura

AKURAT.CO Carok adalah istilah dalam budaya Madura yang merujuk pada tradisi adu pedang atau pertarungan antara dua individu atau kelompok yang saling bersaing atau memiliki konflik.

Tradisi ini terkait erat dengan sejarah dan budaya Madura, meskipun tidak selalu direkam secara tertulis dalam catatan sejarah resmi.

Namun, tradisi ini telah menjadi bagian penting dari identitas sosial dan budaya masyarakat Madura.

Baca Juga: Tips Merawat Mobil Usai Liburan, 5 Komponen Ini yang Wajib Dicek

Secara historis, tradisi carok diyakini telah ada sejak lama di Madura dan berkembang sebagai bagian dari budaya dan adat istiadat masyarakat setempat.

Carok sering kali dianggap sebagai cara untuk menyelesaikan konflik, mempertahankan harga diri, atau menegakkan kehormatan keluarga atau komunitas.

Konon, tradisi carok sering kali terjadi antara kelompok-kelompok yang memiliki persaingan atau konflik terkait tanah, kehormatan, atau masalah sosial lainnya.

Baca Juga: Bang Zaki Ajak Warga Jakarta Utara Senam Gemoy dan Coblos Partai Gokar dan Prabowo-Gibran

Pertarungan carok sering kali dipicu oleh kesalahpahaman, dendam, atau perselisihan pribadi yang rumit.

Tradisi carok biasanya melibatkan penggunaan pedang tradisional Madura yang disebut "keris" atau "celurit".

Pertarungan ini dapat sangat berbahaya dan sering kali berujung pada luka parah atau bahkan kematian bagi para peserta.

Baca Juga: Mengenal Tujuh Prajurit Asgard di Serial Manga Saint Seiya: Lawan Tangguh bagi 5 Saint dari Athena

Meskipun carok adalah bagian dari sejarah dan budaya Madura, namun pada masa kini, praktik ini telah dilarang dan ditekan oleh pemerintah Indonesia.

Pemerintah mencoba untuk menggantikan tradisi ini dengan cara-cara penyelesaian konflik yang lebih damai dan hukum.

Meskipun demikian, tradisi carok masih memainkan peran dalam memahami sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Madura.

Baca Juga: Gibran Disebut Tak Punya Etika Saat Debat Cawapres, Bang Zaki: Itu Gaya Anak Zaman Now, Wajar-wajar Aja Sih...

Banyak aspek dari tradisi ini masih diperdebatkan dan dipelajari oleh para ahli budaya dan sejarah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.