Jakarta

Sudah Lama Menikah Namun Belum Punya Momongan? Ini 7 Tips yang Layak Dicoba Pasangan Suami-Istri Agar Segera Dikaruniai Buah Hati

Sastra Yudha | 5 Juni 2024, 20:58 WIB
Sudah Lama Menikah Namun Belum Punya Momongan? Ini 7 Tips yang Layak Dicoba Pasangan Suami-Istri Agar Segera Dikaruniai Buah Hati

AKURAT JAKARTA - Banyak pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun, namun belum dikaruniai buah hati. Jangan putus asa! Kita wajib berusaha atau ikhtiar.

Salah satu tujuan orang memutuskan menikah, adalah untuk memperoleh keturunan atau anak. Sayangnya, kehamilan menjadi proses kompleks dan banyak hal yang memengaruhinya.

Sebagian wanita dapat hamil dengan cepat. Sementara yang lain mungkin membutuhkan waktu dan usaha untuk mendapatkannya.

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi peluang pasangan untuk segera memiliki anak.

Baca Juga: Resep Oseng Cumi Basah dan Pete Selera Pedas, Pas Disantap dengan Nasi Hangat, Bikinnya pun Mudah, Bisa Kalian Coba di Rumah

Seperti usia istri, kesehatan secara umum, kesehatan reproduksi, gangguan hormonal, siklus menstruasi yang tidak teratur, dan frekuensi berhubungan badan yang jarang, maka semakin kecil kemungkinan untuk hamil.

Namun, ada berbagai cara agar istri cepat hamil. Nah, dikutip akurat dari berbagai sumber kedokteran, berikut 7 tips agar istri cepat hamil:

1. Rutin Berhubungan Badan

Selain memahami siklus menstruasi, sebaiknya pasangan sering berhubungan badan.

Atur waktu seks dengan sistematis. Pastikan kapan istri sedang dalam masa subur. Mengingat peluang sperma untuk membuahi sel telur cukup kecil.

Peluang terbaik hanya 3-5 hari menjelang ovulasi. Selama pria memiliki jumlah sperma normal, berhubungan seks setiap hari dapat meningkatkan peluang untuk hamil.

2. Memahami Siklus Menstruasi

Bagi pasangan yang ingin memiliki momongan, pastikan mengetahui lebih banyak siklus menstruasi.

Siklus seorang wanita dimulai pada hari pertama saat menstruasi terjadi dan berakhir pada hari sebelum siklus berikutnya dimulai.

Periode menstruasi memakan waktu 21-35 hari atau lebih. Waktu ovulasi biasa terjadi pada 12-14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya.

Mengetahui waktu ovulasi dapat membantu mengetahui waktu terbaik untuk hamil.

 

Baca Juga: Konser Intim Bersama Band Element di Swiss-Belhotel Pondok Indah Akhir Bulan Ini, Paket Tiket Rp 425 Ribu Sudah Gratis Makan Malam Sepuasnya

3. Pemeriksaan Prakonsepsi

Lakukan pemeriksaan dengan dokter dan lengkapi suplemen untuk meningkatkan kesuburan. Vitamin asam folat dapat melindungi calon bayi terhadap cacat lahir.

Asam folat dapat bekerja pada tahap awal kehamilan. Jadi, itulah pentingnya untuk mencukupi kebutuhan asam folat bahkan sebelum hamil.

4. Menjaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan secara signifikan, dapat menghambat ovulasi normal.

Penurunan berat badan dapat mengubah kadar hormon yang menyebabkan infertilitas.

Obesitas membuat wanita rentan mengalami keguguran, diabetes gestasional, preeklamsia, bayi terlahir besar, atau cacat lahir tertentu.

5. Hindari Stres

Apa pun penyakit yang kalian alami, cobalah untuk tetap tenang. Hindari memikirkan sesuatu yang membuatmu semakin depresi dan stres. Saat kalian rileks, maka kondisi hormon akan semakin baik.

Olahraga juga dapat meningkatkan hormon kortisol dan epineprin sebagai anti depresan.

Hindari melakukan tindakan menyimpang untuk menghindari stres, seperti minum alkohol atau merokok.

6. Hidup Sehat

Cara terbaik untuk meningkatkan peluang hamil adalah dengan melakukan gaya hidup sehat.

Tak hanya membantu program kehamilan saja, hidup sehat juga bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.

Konsumsi makanan bergizi dan rutin olahraga, menjadi salah satu cara untuk hidup sehat.

Baca Juga: Warga Sepanjang Pesisir Jakarta Utara Diminta Waspada Mengantisipasi Banjir Akibat Air Pasang atau Rob

7. Melepaskan Alat Kontrasepsi

Pastikan si istri melepaskan alat kontrasepsi, jauh sebelum merencanakan kehamilan.

Jika jenis alat kontrasepsi yang dipakai mengandung kombinasi hormon, seperti pil KB, pil mini, suntik KB, atau KB spiral (IUD), sebaiknya lepaskan dari jauh-jauh hari.

Sebab, jenis kontrasepsi hormonal membutuhkan waktu lama untuk kehamilan terjadi.

Sebagai contoh, kalian perlu menghentikan suntik KB 9 bulan sebelum program hamil.

Demikian tujuh tips agar pasangan suami-istri segera diberi momongan. Jangan lupa berdo'a! Semoga berhasil. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.