Jakarta

Planetarium TIM Tak Berfungsi Lagi, DPRD DKI: Sayang Jadi Gedung Mati

Khaerul S | 10 Maret 2023, 17:50 WIB
Planetarium TIM Tak Berfungsi Lagi, DPRD DKI: Sayang Jadi Gedung Mati

AKURAT.CO - Situs Planetarium dan Obsevatorium Jakarta (POJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM) kini tidak berfungsi lagi sejak revitalisasi TIM dilakukan oleh BUMD PT Jakarta Propertindo.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastromidjojo mengatakan, Planetarium menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat untuk datang ke TIM.

"Planetarium yang menjadi salah satu daya tarik utama masyarakat untuk datang ke TIM malah justru tidak berfungsi semenjak revitalisasi TIM," ujar Anggara melalui keterangan tertulis, Jumat (10/3/2023).

Oleh karena itu ia menyayangkan, anggaran revitalisasi TIM yang cukup fantastis. Namun anggaran tersebut tidak menyentuh POJ.

"Kami menyayangkan anggaran revitalisasi TIM yang cukup fantastis justru tidak menyentuh secara menyeluruh POJ ini," sambung Anggara.

Ia juga mencontohkan Teater Bintang ini, hanya diganti karpet dan kursinya tapi tidak bisa berjalan karena proyektornya tidak berfungsi.

Ia meminta Pemprov DKI memberikan perhatian pada POJ karena sarat nilai sejarah dan edukasi.

"POJ ini dulu diimpikan Presiden Soekarno sebagai simbol bahwa Jakarta merupakan kota modern yang memiliki perhatian pada penelitian sains angkasa raya. Makanya sejak TIM dibangun dulu, POJ menjadi ikon dan menjadi sarana pendidikan publik yang menarik," sambung Anggara.

"Sayang sekali sekarang ini menjadi gedung mati saja di tengah modernisasi TIM," sambung Anggara.

Anggara berharap, Pemprov DKI Jakarta segera mencari solusi aktivasi kembali POJ.

"Saya dengar tuntutan dari teman-teman Akademi Jakarta untuk aktivasi kembali POJ sudah sejak akhir tahun lalu disampaikan. Harus ada tindakan konkret untuk mewujudkan aktivasi kembali POJ, kami akan terus mengawal," pungkas Anggara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A