Jakarta

Dihabisi Saat di Iran, Hamas Buka Suara Soal Kematian Mujahid Ismail Haniyeh

Aisya Nur Aziza | 31 Juli 2024, 21:36 WIB
Dihabisi Saat di Iran, Hamas Buka Suara Soal Kematian Mujahid Ismail Haniyeh

AKURAT JAKARTA - Pimpinan biro politik Hamas, Ismail Haniyeh tewas ditangan zionis pada Rabu (31/7).

Kematian mujahid Haniyeh setidaknya membawa duka mendalam bagi rakyat Palestina dan dunia.

Bagaimana tidak, pembela garda terdepan Palestina ini tewas ditanah Iran yang mana menjadi negara yang paling getol menyerang Israel.

Baca Juga: Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh Mati Syahid, Iran Bersumpah Akan Serang Balik Israel

Menurut informasi, Ismail Haniyeh datang dengan visa diplomasi untuk memberikan ucapan selamat atas presiden terpilih Iran Masoud Pezeshkian.

Atas visa tersebut, publik menilai seharusnya  keamanan pria kelahiran 1963 tersebut dijamin oleh Iran.

Itu terbukti pada Selasa (30/7), Ismail Haniyeh masih terlihat menghadiri upacara tersebut di Pusat Kota Teheren, Iran.

Baca Juga: Biadab! Sebelum Jadi Sasaran Utama Israel, Zionis Telah Lebih Dulu Habisi Nyawa Anak dan Cucu Ismail Haniyeh

Namun pada Rabu (31/7), Haniyeh dikabarkan tewas ditangan Israel lantaran dirinya diserang dikediamannya di Kota Teheren.

Menanggapi kematian pimpinan mereka, Hamas buka suara dan beri pernyataan resmi.

Menurut Hamas, Kematian Ismail Haniyeh menjadi kematian yang indah bagi mereka yang berjihad di jalan Allah.

Baca Juga: Hamas Bongkar Siapa Dalang Dibalik Pembunuhan Ismail Haniyeh, Ada Campur Tangan Iran?

Mereka hanya meminta kepada masyarakat muslim dunia terutama Palestina tidak terlalu bersedih hati atas syahidnya Haniyeh. 

"Janganlah kamu menganggap orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; melainkan mereka hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki."

"Kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali. Ini adalah jihad kemenangan atau kesyahidan.” ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.