Jakarta

Soal Gempa Jogja, Pakar Sebut Bukan Bagian Dari Megathrust

Titania Isnaenin | 28 Agustus 2024, 19:34 WIB
Soal Gempa Jogja, Pakar Sebut Bukan Bagian Dari Megathrust

 

AKURAT JAKARTA - Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (26/8) sempat diguncang gempa berkekuatan 5,8 magnitudo.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 19:57 WIB disebut oleh BMKG adalah bagian dari gempa tektonik dengan episentrum dangkal.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulis mengungkap jika gempa yang mengguncang laut selatan Yogyakarta termasuk gempa megathrust namun berskala kecil.

Baca Juga: Undip Ungkap Bela Sungkawa yang Mendalam Atas Meninggalnya Ayahanda Aulia Risma: Semua Adalah Takdir Ilahi

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,85° LS; 110,17° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km arah Barat Daya Gunungkidul pada kedalaman 42 km," tulis Daryono pada Senin (26/8).

Lebih lanjut, Daryono mengungkapkan gempa megathrust kecil bisa terjadi lantaran salah satu lempeng yang ada di Samudra Hindia bergerak naik.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di bidang kontak antar lempeng (megathrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust)" lanjutnya lagi.

Baca Juga: Gempa Megathrust Hantui Wilayah Indonesia, Berpotensi Terjadi Tsunami Besar Melebihi Aceh

Namun isu gempa megathrust yang disebut oleh BMKG tersebut dibantah oleh para pakar.

Pakar menyebut jika gempa berkekuatan 5,8 magnitudo itu hanya gempa intermedian atau gempa biasa.

Walaupun memang, gempa jogja terjadi di zona megathrust.

Baca Juga: Tinggal Menunggu Waktu, Gempa yang Ditakutkan BMKG Disebut Akan Terjadi Di Dua Megathrust RI dan Berpotensi Tsunami

Adapun menurut pakar gempa UGM Yogyakarta Gayatri Indah Marliyani, gempa yang bisa dikategorikan ke dalam gempa megathrust adalah gempa yang bermagnitudo 8 keatas.

Dimana dengan kekuatan gempa sebesar itu, maka akan berpotensi mengakibatkan tsunami.

Sehingga Maryani menegaskan jika gempa jogja masih bersifat umum.

Apalagi dengan kekuatan gempa sekecil itu (magnitudo 5,8) tidak berhubungan dengan sesar opak.

Baca Juga: Semakin Ngawur, Netizen Kaget Ada Dokter Residen Diminta Cuci Pakaian Dalam Senior

"Sesar opak itu adalah sesar di darat, kalau yang terjadi tadi malam (gempa jogja) di zona subduksinya" ujar Marliyani dikutip dari berita ANTARA.

Ia juga menjelaskan bahwa gempa jogja terjadi bukan berada di sesar Opak lantaran kedua gempa tersebut akan berbeda.

"Sesar opak bergerak dari tekanan yang bergerak itu tadi sebenarnya, jadi ya interaksi transfer tekanan, tapi mereka (sesar opak dan zona subduksi) berbeda" katanya lagi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.