Masih Soal Aulia Risma 'Dipalak' Hingga Rp40 Juta, Kini Terungkap Bukti Chat Senior yang Suka Minta Ini dan Itu

AKURAT JAKARTA - Usai Kemenkes temukan bukti adanya dugaan senioritas yang terjadi pada Aulia Risma berupa pungutan biaya Non Akademik.
Sebuah akun media sosial X bernama @bambangsu** ungkap bukti pendukung yang ia dapat dari HP mendiang dokter Aulia Risma.
Dalam sebuah utas, akun @bambangsu** mencuitkan foto bubble chat yang menunjukkan almarhumah diminta untuk melayani kebutuhan pribadi para seniornya.
Baca Juga: Tiga Pasien yang Dicurigai Terkena Cacar Monyet di Jakarta Barat, Dinyatakan Negatif Virus Mpox
Mulai dari beli kopi, dikatai karena mengajukan dispensasi untuk operasi punggung hingga meminjamkan mobil pribadi untuk dipakai senior.
"Secuil kelakuan senior PPDS Anestesi FK Undip. Dan tanpa merasa bersalah mereka masih nyari pembenaran dan pembelaan, termasuk ke IDI" tulisnya kemarin dikutip pada Selasa (3/9).
Dalam utas tersebut, pemilik akun membeberkan bukti chat dimana salah satunya Aulia Risma harus membelikan kopi untuk seniornya.
Baca Juga: 29 Tahun Berjaya, ACE Hardware Bakal Pamit Dari Indonesia, Kenapa?
Ia bahkan sempat menerima perundungan secar verbal dengan kata-kata kurang pantas seperti ancaman pembunuhan dan disebut tak waras.
"Dikatain gila, diancam mati, masalah2 ga penting diluar pendidikan begini.. wajar stres. Masih mau bilang ini masalah jam kerja?" tulis akun tersebut.
Dimana dalam percakapan itu, terlihat bahwa Aulia Risma berusaha menjelaskan keterlambatannya dan meminta maaf karena terlambat membelikan kopi untuk senior tersebut.
"Masalah beli kopi telat dimarahin" tambahnya lagi.
Tak hanya kopi, unggahan lain menunjukan bukti senior PPDS Anestesi Undip senang meminjam mobil untukkeperluan pribadi.
Uniknya, senior akan marah apabila bensin kosong, dan mobil dalam keadaan kotor.
"Udah bilang terimakasih belum dipenjemin mobil? bensin kosong marah, mobil kotor marah. Kalau maunya yang perfect dan mewah modal sendiri aja" tulis unggahan tersebut.
"Bawa mobil sendiri, cuci mobil sendiri, isi bensin sendiri. kan disini belajar buat pelayanan pasien, bukan ,melayani panjenengan." tutup caption dalam gambar.
Adapun sebelumnya, bukti ini serupa dengan ucapan Kemenkes usai ditemukan adanya pungutan non akademik yang harus dikeluarkan korban.
Dimana mahasiswi PPDS yang meninggal karena menyuntikkan obat bius Roculax itu diduga dimintai uang sebesar Rp20 - Rp40 juta per bulan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








