Apa Itu Kreak Semarang? Istilah pada Kasus Viralnya Pembacokan Liar di Semarang yang Menewaskan Seorang Mahasiswa Udinus, Simak Ulasannya

AKURAT JAKARTA - Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah kasus pembacokkan liar yang terjadi di Jalan Kelud Raya, Sampangan Kota Semarang.
Dari kejadian tersebut, seorang mahasiswa Udinus yang tak sengaja melintas menjadi korban hingga tewas.
Korban bernama M Tirza Nugroho Hermawan diketahui menjadi korban Kreak Semarang pada Selasa (17/09) pukul 03.00 WIB dini hari.
Apa sebenarnya Kreak Semarang?
Kreak adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat Semarang untuk melabeli pemuda dari kampung yang berkelakuan buruk.
Kreak memiliki arti orang yang punya sifat kasar, arogan, dan bertindak sesuka hati tanpa mempedulikan orang lain.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan yang Tewaskan Remaja Saat Tawuran di Penjaringan
Namun demikian, kata Kreak ini sudah bukan kata asing bagi masyarakat Semarang sehingga kerap dijadikan sebagai julukan untuk teman dekat.
Julukan Kreak ini merujuk pada bercandaan ataupun gurauan semata.
Seiring berkembangnya waktu, Kreak diartikan sebagai sekelompok orang atau pemuda yang ingin berpenampilan modern tapi justru terlihat norak.
Baca Juga: Pelaku Pembacokan di Warkop Bekasi Ditangkap, Ngaku Dendam Karena Sering Dibully
Istilah inipun terdengar cukup deskriminatif namun sudah melekat di wilayah Semarang Raya khususnya Semarang hingga Kendal, Ungaran bahkan Salatiga.
Kreak sendiri dipahami beradal dari dua kata yakni 'Kere' dan Mayak'.
Dimana 'Kere" memiliki arti miskin sedangkan 'Mayak' merupakan bahasa Jawa Timuran yang artinya belagu, sok atau kemaki.
Baca Juga: Hampir Tawuran, Tiga Pelajar Terciduk Polisi Usai Rencanakan Tawuran Lewat Sosmed
Dewasa ini Kreak menjadi istilah negatif yang melabeli kenalakan remaja di wilayah Semarang.
Anak-anak pembuat onar di Semarang ini juga disebut sebagai Kreak.
Umpatan Kreak yang semula hanya terbatas pada deskriminatif fashion kini telah bergeser makna menjadi julukan negatif pada remaja tanggung yang terafiliasi dengan 'gangster' atau segerombolan pemuda yang melakukan keonaran seperti tawuran atau mencari masalah dengan kelompok lain secara berkelompok. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 3Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 8Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





