Siapa Sosok Dewi Astutik, Si Mami Geng Narkoba Segitiga Emas dan Ratu Sabu Rp 5 Triliun

AKURAT JAKARTA – BNN bersama Interpol dan BAIS TNI berhasil menangkap buronan internasional Dewi Astutik di Sihanoukville, Kamboja, Selasa (2/12/2025).
Penangkapan tersebut menjadi sorotan karena Dewi Astutik, yang dijuluki Mami, diyakini sebagai aktor intelektual di balik penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun.
Dewi Astutik telah menjadi buronan BNN sejak tahun 2024 dan dikenal licin, kerap berpindah-pindah negara.
Dia kerap mengubah penampilan, bahkan menggunakan identitas adiknya untuk mengelabui aparat.
Kepala BNN, Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, menegaskan signifikansi penangkapan ini.
Penangkapan dua ton sabu yang didalangi Astutik berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika.
Baca Juga: Marselino Ferdinan Out, Batal Perkuat Timnas U-22 di SEA Games 2025
"Dia merupakan aktor utama dari penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi di wilayah Indonesia," kata Komjen Suyudi.
Penangkapan Dewi Astutik kini dilihat sebagai titik balik yang memperkuat fokus aparat pada pengejaran buronan terbesar yang tersisa, Fredy Pratama.
Saat ini, Dewi Astutik telah diterbangkan ke Jakarta dan sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap seluruh jaringan keuangan, logistik, dan sindikatnya.
Identitas dan Peran Kunci
Nama Asli: Pariyatin (43 tahun).
Asal: Ponorogo, Jawa Timur.
Alias: Dewi Astutik, "Mami," Kak Jinda, atau Dinda.
Peran: Pengedar narkoba besar yang terkait dengan jaringan "Segitiga Emas" (Golden Triangle).
Hubungan: Rekan dekat gembong narkoba terbesar Indonesia yang masih buron, Fredy Pratama.
Tindakan Kriminal: Diburu oleh Korea Selatan dan negara lain karena perannya sebagai rekrutor jaringan narkoba yang beroperasi lintas Asia-Afrika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, 15 September 2026: Mampukah El Submaniro Amarillo Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana?
- 3Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 6Prediksi Skor Como vs Parma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Tim Asuhan Cesc Fabregas Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Premier League, 15 September 2026: Mampukah The Whites Hentikan Rekor The Magpies?
- 8Prediksi Skor Torino vs AS Roma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Toro Menghentikan Laju Giallorossi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




