Pengacara Mario: Perhitungan Restitusi LPSK Rp 118 Miliar Sungguh Berlebihan

AKURAT.CO - Pihak Mario Dandy menyampaikan tanggapan replik dalam sidang lanjutan kasus penganiayaan berat terhadap David Ozora dengan agenda duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2023).
Pengacara terdakwa Mario Dandy, Andreas Nahot S, menyampaikan, terkait perhitungan restitusi yang diajukan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Dalam pernyataannya, pengacara tersebut mengungkapkan bahwa perhitungan restitusi yang diajukan oleh LPSK patut dipertanyakan.
Baca Juga: Terancam Hukuman Berat, Pengacara Mario Dandy Tetap Sampaikan Alasan Meringankan
"Perhitungan restitusi yang diajukan oleh LPSK patut untuk dikesampingkan. Ada beberapa kelemahan dalam cara LPSK melakukan perhitungan, terutama terkait dengan proyeksi yang dilakukan oleh LPSK dan pernyataan dokter Tatang yang menunjukkan bahwa tidak ada proyeksi yang dibuat oleh Mayapada." Katanya dalam sidang, Selasa (29/8/2023).
Nahot mengkritik metode perhitungan yang digunakan oleh LPSK, yang dinilai tidak mendasar.
"Kami menilai perhitungan ini tidak berdasar, terutama dalam hal menghitung biaya yang sudah dikeluarkan selama sebulan anak korban berada dalam perawatan di Mayapada."
Baca Juga: Saksi Gemetaran, Saat Ransel Dibuka Terlihat Bayi Perempuan Sudah Tak Bernyawa
"Biaya visit dan konsultasi dokter selama sebulan dihitung sebesar 51 juta rupiah, sementara biaya kerja sama perawat 24 jam, fisioterapi, dan sewa tempat tidur listrik juga turut diperhitungkan." Jelasnya.
Nahot menambahkan, tim dokter Tatang RS Mayapada yang menangani David tidak pernah menyebutkan angka spesifik dan biaya konsultasi dokter tidak sebanyak yang diperkirakan oleh LPSK.
"Kami mengajukan bahwa perhitungan khususnya untuk mencapai restitusi sebesar Rp 118 miliar sungguh berlebihan," ucapnya.
Baca Juga: Mayat Mr X di Jalan Raya Juanda Gegerkan Warga Sukmajaya Depok
"Kami mohon agar LPSK mempertimbangkan ulang perhitungannya berdasarkan fakta-fakta yang ada dan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh anak korban."sambungnya.
Nahot, mengakhiri pernyataannya dengan menyatakan keberatan dan harapannya agar faktor-faktor yang relevan dapat dipertimbangkan secara adil dalam proses perhitungan restitusi yang sedang berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Elche vs Real Betis di La Liga, 8 November 2026: Mampukah Los Franjiverdes Menghentikan Dominasi Tim Tamu?
- 7Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




