Jakarta

Kronologi Kecelakaan Maut Tol Jakarta-Cikampek, Bus Bhinneka Oleng Tabrak Pembatas dan Terbalik, 6 Korban Tewas

Ainun Kusumaningrum | 1 Januari 2024, 17:42 WIB
Kronologi Kecelakaan Maut Tol Jakarta-Cikampek, Bus Bhinneka Oleng Tabrak Pembatas dan Terbalik, 6 Korban Tewas

AKURAT JAKARTA - Kecelakaan maut menimpa Bus Bhinneka terjadi di Tol Jakarta-Cikampek, menyebabkan 6 korban tewas. Satu korban belum diketahui identitasnya.

Kecelakaan tepatnya terjadi di KM 41 ruas Tol Jakarta-Cikampek wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu malam.

Kanit Lakalantas Polres Karawang Ipda Bambang Jaelani mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi lima korban kecelakaan bus PO Bhinneka.

Baca Juga: Motor Bencongan 3 Kecelakaan Maut Tabrak Truk, 1 Korban Tewas

Korban meninggal dunia Aep asal Desa Kanci, Cirebon, Durlam asal Kabupaten Indramayu, Nurfaizah dari Kota Serang, Nasdirah asal Kabupaten Indramayu.

Dan Suharno warga Kabupaten Indramayu. Sedangkan satu korban lagi belum diketahui identitasnya.

Kronologi kecelakaan  bus PO Bhinneka nomor polisi E-7706-AA yang dikemudikan Dea Aprilian melaju arah Jakarta menuju Cikampek.

Baca Juga: Daftar Caleg Golkar DPRD DKI yang Bertarung di Dapil DKI Jakarta 4, Perebutkan 10 Kursi

Sesampainya di KM 41,400 A, laju bus oleng ke kiri dan menabrak pagar pembatas jalan hingga bus terbalik dengan kondisi bagian depan menghadap ke arah Jakarta.

Akibat kecelakaan itu, dua orang meninggal di lokasi kejadian serta empat lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sopir bus menjadi korban luka dan belum sadar, sehingga belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan.

Baca Juga: Jalur Puncak Bogor One Way Arah Jakarta, Hari Ini Puncak Arus Balik Liburan

Tips Aman Berkendara di Jalan

Pertama, waspada saat di lampu lalu lintas. Saat Anda dihadapkan pada lampu lalu lintas, perhatikan saja lampu yang ada di hadapan.

Saat sudah menyala hijau baru berjalan, tentu saja dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.

Kedua, waspada saat melintas di dekat mobil. bisa saja pengemudi berhenti atau berbelok tiba-tiba, dan atau penumpang membuka pintu.

Usahakan saat melintas di dekat mobil, Anda berada pada jangkauan penglihatan kaca spion sehingga pengendara mobil mengetahui keberadaan kita.

Ketiga, waspada saat melintas didekat mobil yang berhenti. Anda tidak tahu apa yang ada di depan mobil.

Bisa saja ada orang yang akan menyeberang atau lainnya. Perlambat kendaraan dan pastikan jalan dalam kondisi aman.

Keempat, waspada saat berkendara disamping mobil di sisi dalam tikungan. Ketika mobil berbelok di tikungan, sisi belakang mobil cenderung semakin rapat ke sisi dalam.

Sebab, perbedaan radius putar antara ban depan dan belakang, sehingga tidak aman bagi motor untuk berada disi dalam tikungan saat mobil menikung.

Kelima, jangan mendahului mobil yang tidak aman. Seperti di tikungan, puncak tanjakan, terowongan tanpa pembatas jalur, dekat persimpangan jalan, dan dalam kompleks perumahan atau dekat sekolah.

Keenam, waspada saat melintas diantara mobil dalam antrean. Bunyikan klakson bila siang hari dan nyalakan lampu jauh bila malam hari sesering mungkin.

Itu untuk memberikan perhatian dan jangkauan penglihatan kaca spion bagi kedua jalur mobil yang Amda lintasi sehingga pengendara mobil mengetahui keberadaan Anda. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.